Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Kompas.com - 27/06/2019, 09:54 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama militer didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) dalam parade di Caracas Kamis (2/5/2019).AFP/Presidency/HO/JHONN ZERPA Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama militer didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) dalam parade di Caracas Kamis (2/5/2019).

CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintah sosialis Venezuela menyatakan telah menggagalkan upaya kudeta, yang disebut melibatkan Amerika Serikat, Kolombia, dan Chili.

Disampaikan Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez, rencana kudeta tersebut melibatkan beberapa perwira militer, baik yang masih aktif maupun telah pensiun.

Menurut Rodriguez, kudeta yang direncanakan disebut bertujuan untuk membunuh Presiden Nicolas Maduro dan kemudian menempatkan seorang jenderal sebagai presiden.

"Para perwira dan mantan perwira militer yang terlibat disebut telah dieksekusi antara Minggu dan Senin pekan lalu," ujar Rodriguez, dikutip AFP.


Baca juga: Perbatasan Kembali Dibuka, Ribuan Warga Venezuela Serbu Kolombia

Dia menambahkan, upaya kudeta dan rencana pembunuhan presiden Venezuela tersebut juga melibatkan Presiden Kolombia Ivan Duque, Presiden Chili Sebastian Pinera, dan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.

Rodriguez menuduh mantan kepala intelijen Venezuela, Cristopher Figuera, yang telah membelot ke AS, demi mendapatkan ratusan ribu dollar memilih mendukung pemberontakan militer terhadap presiden pada April lalu, yang berhasil digagalkan.

"Figurea diketahui kemudian merupakan tentara bayaran," kata menteri itu di Caracas, Rabu (26/6/2019).

Otoritas Venezuela mengatakan pada awal bulan ini, sebanyak 17 orang telah didakwa melakukan kudeta pada 30 April, saat pemimpin oposisi Juan Guaido gagal menginspirasi pemberontakan dengan meminta pasukan bersenjata melawan Maduro.

Kegagalan rencana kudeta itu turut gagal menggeser kesetiaan militer terhadap Maduro dan Guaido hanya didukung oleh sekitar 30 personel militer.

Pemberontakan mereda setelah dua hari bentrokan mematikan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.

Baca juga: Rezim Maduro dan Oposisi Venezuela Disebut Gelar Perundingan Damai di Norwegia

Guaido diakui sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 pemerintah negara, termasuk Amerika Serikat, yang telah menjatuhkan serangkaian sanksi yang melumpuhkan pada pemerintah Maduro.

Rusia selaku pendukung asing utama Maduro, bersama Kuba dan China, pada Rabu (26/6/2019) pagi mengumumkan bahwa pihaknya menarik teknisi militer yang dikerahkannya di Venezuela untuk menunjukkan dukungan tiga bulan lalu dan akan digantikan oleh teknisi lainnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X