Perbatasan Kembali Dibuka, Ribuan Warga Venezuela "Serbu" Kolombia

Kompas.com - 11/06/2019, 08:53 WIB
Warga Venezuela mengantre pemeriksaan dokumen di perbatasan dengan Kolombia, Minggu (9/6/2019). AFP / SCHNEYDER MENDOZAWarga Venezuela mengantre pemeriksaan dokumen di perbatasan dengan Kolombia, Minggu (9/6/2019).

CUCUTA, KOMPAS.com - Ribuan warga Venezuela menyeberang ke Kolombia, tak lama setelah Presiden Nicolas Maduro memerintahkan dibukanya kembali perbatasan kedua negara yang sempat ditutup selama empat bulan, Sabtu (8/6/2019).

Ribuan warga Venezuela itu menyeberang untuk memperoleh pasokan barang-barang kebutuhan, seperti bahan makanan dan obat-obatan yang semakin sulit didapat di dalam negeri.

Hal itu tak pelak menciptakan antrean panjang warga Venezuela di dua jembatan internasional yang menghubungkan kedua negara di dekat kota Cucuta.

Warga mengantre untuk menjalani pemeriksaan dokumen oleh pejabat Kolombia, sementara petugas penjaga keamanan Venezuela yang mengenakan seragam berwarna hijau membantu mengendalikan kerumunan.

Baca juga: Venezuela Tutup Seluruh Konsulatnya di Kanada

Pemerintah Venezuela sempat menutup perbatasan negara dengan Aruba, Bonaire, Curacao, Brasil, dan Kolombia pada Februari lalu untuk mencegah masuknya pengiriman bantuan pangan dan obat-obatan ke negara itu yang dibawa oleh oposisi.

Sebagian besar bantuan itu diberikan AS, sekutu utama pemimpin oposisi Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai penjabat presiden sementara pada Januari lalu.

Namun Presiden Maduro menolak masuknya bantuan karena menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kedaultan Venezuela.

Mei lalu, pemerintah telah lebih dulu membuka perbatasan Venezuela dengan Aruba dan Brasil, tetapi Jembatan Internasional Simon Bolivar dan Jembatan Internasional Francisco de Paula Santander yang menghubungkan dengan Kolombia masih ditutup hingga sekarang.

Dengan sejumlah perbatasan kembali dibuka, warga Venezuela memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli barang-barang kebutuhan yang sudah hampir tidak terjangkau di dalam negeri.

Venezuela, sebuah negara yang dulu makmur karena kaya akan tambang minyak bumi itu kini menghadapi kekurangan parah dalam barang-barang kebutuhan pokok.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X