AS Beri Sanksi Pemimpin Tertinggi dan Para Petinggi Militer Iran

Kompas.com - 25/06/2019, 09:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. via Sky NewsPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintahan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi militer negara itu.

Langkah-langkah sanksi ekonomi yang bakal menghukum keuangan para pejabat tinggi Iran itu ditandatangani Presiden AS Donald Trump di ruang kerjanya di Gedung Putih, pada Senin (24/6/2019).

"Langkah-langkah tersebut menjadi respons yang kuat dan proporsional terhadap tindakan Iran yang semakin provokatif," ujar Trump, yang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjadi peperangan dengan Teheran.

"Kami tidak meminta konflik. Kini semua tergantung pada respons dari mereka dan sanksi itu bisa saja berakhir besok atau sebaliknya bisa berlangsung selama bertahun-tahun," tambah Trump.

Baca juga: Temui PM Jepang, Pemimpin Tertinggi Iran: Saya Tidak Punya Pesan untuk Trump

Departemen Keuangan AS menambahkan juga akan memasukkan sejumlah nama petinggi Iran ke dalam daftar hitam, salah satunya adalah Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, yang dikenal sebagai tokoh moderat sekaligus arsitek utama kesepakatan nuklir Iran 2015.

Sanksi keuangan juga ditujukan kepada delapan komandan utama dari pasukan militer elit, Garda Revolusi Iran, yang membidik aset senilai total miliaran dollar AS.

Sanksi yang secara spesifik ditujukan kepada pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah petinggi militer negara republik Islam itu menyusul insiden penembakan jatuh sebuah drone pengintai AS di atas Selat Hormuz, pada pekan lalu.

AS sempat akan melancarkan serangan ke target Iran sebelum dibatalkan pada menit-menit terakhir oleh Trump. Sebagai gantinya, Washington telah melancarkan serangan siber yang menargetkan sistem peluncuran rudal Iran. Namun serangan siber itu diklaim Teheran telah gagal.

Sebelumnya pada pertengahan Juni, dua kapal tanker, masing-masing milik perusahaan Jepang dan Norwegia, mendapat serangan misterius yang menyebabkan kebakaran di atas kapal.

Di tengah kekacauan diplomatik tersebut, Dewan Keamanan PBB menyerukan untuk segera dilakukan dialog demi mengakhir ketegangan antara AS dengan Iran.

Negara-negara sekutu AS, Inggris, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, juga mendesak agar segera diambil solusi diplomatik.

Baca juga: Trump: AS Bakal Hantam Iran dengan Sanksi Besar

Namun Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, mengatakan jika negaranya yang telah ditekan oleh sanksi AS, termasuk pemblokiran ekspor minyak yang penting, kini menjadi sasaran perang ekonomi.

"Anda tidak bisa memulai dialog dengan pihak yang mengancam Anda, yang mengintimidasi Anda," kata Ravanchi, kepada wartawan di New York, dikutip AFP.

Sementara Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengatakan jika dia akan memanfaatkan pertemuan dengan Trump di KTT G20 akhir pekan ini, untuk mendesak solusi konstruktif dengan tujuan memastikan keamanan regional kolektif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X