Temui PM Jepang, Pemimpin Tertinggi Iran: Saya Tidak Punya Pesan untuk Trump

Kompas.com - 13/06/2019, 19:36 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) saat bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Kamis (13/6/2019). AFP PHOTO / IRANIAN SUPREME LEADERS WEBSITEPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) saat bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Kamis (13/6/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, pada Kamis (13/6/2019).

Kedatangan Abe ke Iran dalam kunjungan perdana menteri Jepang pertama dalam 40 tahun terakhir itu bertujuan untuk membantu meredakan ketegangan antara Teheran dengan Washington di wilayah Timur Tengah.

Jepang merupakan sekutu utama Amerika Serikat dan juga memiliki hubungan baik dengan Iran.

Dalam kunjungannya ke Teheran, Abe membawa pesan untuk para pemimpin Iran dari Presiden AS Donald Trump.

Namun dalam pertemuannya dengan Khamenei, Abe tidak mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan.

Khamenei mengatakan kepada Abe bahwa Iran tidak akan mengulangi "pengalaman pahit" bernegosiasi dengan AS dan menyebut tidak memiliki pesan apa pun untuk disampaikan kepada Trump.

Baca juga: Berkunjung ke Iran, PM Jepang Ingin Jadi Penengah Washington dengan Teheran

"Saya tidak melihat Trump layak atas pertukaran pesan apa pun dan saya tidak punya jawaban apa pun untuknya sekarang maupun di masa mendatang," kata Khamenei dikutip kantor berita Fars.

Khamenei juga mengatakan janji Trump untuk tidak mencari perubahan rezim di Iran sebagai "kebohongan", menambahkan  bahwa dirinya tidak percaya dengan tawaran Washington untuk "negosiasi yang jujur" dengan Teheran.

Sebelum bertemu pemimpin tertinggi, Abe telah bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, pada Rabu (12/6/2019).

Kepada Rouhani, PM Jepang berpesan agar Iran berperan konstruktif bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Sangat penting bahwa Iran memainkan peran konstruktif dalam membangun perdamaian dan stabilitas yang solid di Timur Tengah," kata Abe.

Sementara Rouhani menyampaikan harapannya akan adanya perubahan yang positif di Timur Tengah dan dunia, jika AS dapat menghentikan tekanan ekonominya terhadap Iran melalui sanksi.

"Jika ada ketegangan, akarnya berasal dari perang ekonomi Amerika dengan Iran. Jika suatu saat itu berhenti, kita akan melihat perubahan yang sangat positif di Timur Tengah dan juga dunia," kata Rouhani.

Baca juga: PM Jepang: Iran Harus Membangun Perdamaian di Timur Tengah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X