Dubes AS Sebut Israel Berhak Mencaplok Sebagian Wilayah Tepi Barat

Kompas.com - 09/06/2019, 10:10 WIB
Tentara Israel saat memasuki wilayah Ramallah di Tepi Barat, pada Senin (10/12/2018), satu hari setelah insiden penembakan yang melukai tujuh orang di Ofra. AFP / ABBAS MOMANITentara Israel saat memasuki wilayah Ramallah di Tepi Barat, pada Senin (10/12/2018), satu hari setelah insiden penembakan yang melukai tujuh orang di Ofra.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Seorang duta besar Amerika Serikat membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut jika Israel memiliki hak untuk mencaplok setidaknya sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Pernyataan yang langsung mendapat kecaman dan penolakan itu disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, David Friedman, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar AS.

Komentar duta besar AS itu diyakini semakin memperkeruh upaya proses perdamaian Israel dengan Palestina yang ditengahi Washington.

Dalam laporan wawancara yang dirilis New York Times, pada Sabtu (8/6/2019), Friedman mengatakan bahwa dalam beberapa tingkatan, aneksasi Tepi Barat oleh Israel adalah tindakan yang sah.

Baca juga: Peta Kemenlu AS Masukkan Dataran Tinggi Golan sebagai Wilayah Israel

"Dalam keadaan tertentu, saya pikir Israel memiliki hak untuk mempertahankan sebagian, tetapi tidak semua, wilayah Tepi Barat," ujar Friedman dalam laporan wawancara tersebut, seperti dikutip AFP.

Menurut pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, kebijakan semacam itu sama dengan keterlibatan AS terhadap rencana kolonial Israel.

Pembentukan negara Palestina, termasuk wilayah Tepi Barat, yang diduduki Israel dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967, telah menjadi fokus dari semua rencana perdamaian Timur Tengah di masa lalu.

Namun AS telah mempersiapkan sebuah proposal yang disusun oleh menantu Presiden Donald Trump, Jared Kusner, meski tanggal pembukaan proposal itu belum juga ditetapkan.

Komentar publik yang dibuat pejabat AS sejauh ini menunjukkan bahwa proposal itu akan sangat bergantung pada dukungan keuangan untuk ekonomi Palestina, yang banyak didanai negara-negara Teluk Arab, sebagai imbalan konsesi wilayah dan kenegaraan.

Baca juga: PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

"Hal terakhir yang mutlak dibutuhkan dunia adalah negara Palestina yang gagal antara Israel dan Yordania," kata Friedman dalam laporan wawancara.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X