PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Kompas.com - 22/05/2019, 21:44 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berniat untuk memberi nama salah satu daerah dengan nama Preisden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Netanyahu menyatakan dia bakal mendesak pemerintahan baru, yang tengah dibentuknya, untuk menerima perubahan nama di permukiman Dataran Tinggi Golan.

Juru bicara kawasan Batya Gottlieb berkata, pejabat AS dan Israel direncanakan untuk meletakkan batu pertama area di mana permukiman itu bakal dibangun bulan depan.

Baca juga: Trump Akui Golan Milik Israel Setelah Les Singkat soal Timur Tengah


"Kawasan itu bakal dibangun secepatnya," kata Gottlieb dilansir The Guardian Rabu (22/5/2019). Dia menambahkan pembangunan itu membutuhkan izin dari Kantor PM.

Meski begitu, Gottlieb menegaskan pemerintah setempat mendukung Netanyahu. "Tentu kami bangga ada nama Presiden AS di lokasi baru itu," papar dia.

Adapun dalam video yang beredar, Netanyahu terlihat berdiri di Golan di mana dia menuturkan rakyat Israel begitu tersentuh dengan pernyataan yang dibuat Trump.

Pada akhir Maret lalu, Trump mengumumkan kedaulatan Israel di Golan. Langkah kontroversial setelah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

"Karena itu selepas perayaan Paskah Yahudi, saya berniat meminta pemerintah baru menyetujui resolusi menamai permukiman baru itu sebagai Donald J Trump," tuturnya.

Israel merebut datarang tinggi vulkanik itu dari Suriah dalam Perang 6 Hari 1967 dan mendudukinya. Tindakan yang menuai kecaman dari Dewan Keamanan PBB dan tidak pernah diakui dunia.

Sekelompok warga lokal yang berjumlah 130.000 orang melarikan diri atau terpaksa angkat kaki ketika perang berlangsung, dengan rumah dan ladang mereka kini dihancurkan.

Israel sempat menawarkan beberapa ribu orang Suriah, terutama Suku Arab Druze, untuk tetap bertahan sebagai warga negara mereka. Namun ditolak.

Pengakuan Trump atas klaim Israel di Golan mengakhiri kebijakan luar negeri AS selama 50 tahun dan melanggar konsensus setelah Perang Dunia II yang melarang adanya penaklukan wilayah.

Trump kemudian mengaku dia "dengan cepat" memberikan pengakuan itu setelah mendapatkan les kilat dari menantu sekaligus penasihatnya Jared Kushner tentang sejarah.

Baca juga: Saat Bendera Palestina Muncul dalam Acara Musik yang Digelar di Israel..

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X