2020, NASA Bakal Buka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Turis

Kompas.com - 07/06/2019, 23:02 WIB
Foto yang dirilis NASA pada November 2018, memperlihatkan stasiun luar angkasa internasional yang mengorbit Bumi, ISS. AFP PHOTO / HANDOUT / NASAFoto yang dirilis NASA pada November 2018, memperlihatkan stasiun luar angkasa internasional yang mengorbit Bumi, ISS.

NEW YORK, KOMPAS.com - Badan Antariksa Nasional AS, NASA, mengumumkan rencana untuk membuka Stasiun Luar Angkasa Interasional ( ISS) untuk wisatawan mulai 2020.

Dikatakan para turis akan dapat merasakan pengalaman tur ke luar angkasa dan menginap di ISS dengan biaya 35.000 dollar AS (sekitar Rp 497 juta) per malam.

Langkah itu sebagai salah satu upaya NASA untuk dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan finansial laboratorium penelitian luar angkasa tersebut.

"NASA membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk peluang komersial dan memasarkan peluang yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," ujar kepala keuangan NASA, Jeff DeWit di New York, Jumat (7/6/2019).

Ditambahkan Wakil Direktur ISS, Robyn Gatens, direncanakan akan ada hingga dua misi pendek astronot pribadi per tahunnya.

Baca juga: NASA Gandeng 11 Perusahaan untuk Pendaratan Manusia di Bulan 2024

Dengan masing-masing misi berlangsung selama 30 hari, diharapkan akan ada 12 astronot swasta yang akan mengunjungi ISS setiap tahunnya.

Para turis luar angkasa ini akan dibawa menuju orbit secara eksklusif oleh dua perusahaan yang saat ini mengembangkan pesawat transportasi untuk NASA, yakni SpaceX, yang mengembangkan kapsul Crew Dragon, serta Boeing, yang tengah membangun Starliner.

Kedua perusahaan itu akan memilih klien dan menawarkan biaya perjalanan ke ISS, yang diperkirakan akan mencapai harga 58 juta dollar AS (sekitar Rp 824 miliar) untuk tiket sekali perjalanan pulang pergi.

Akan tetapi harga itu adalah untuk perjalanan pulang pergi ke ISS, yang harus dibayarkan NASA kepada kedua perusahaan perjalanan.

Sementara untuk biaya layanan menginap di luar angkasa, seperti akomodasi dan penggunaan peralatan pendukung kehidupan di ISS, yang diperkirakan NASA berkisar 35.000 dollar AS (sekitar Rp 497 juta) per malam.

Stasiun luar angkasa internasional, ISS, bukan properti milik NASA. Stasiun luar angkasa itu dibangun bersama dengan Rusia mulai 1998 dan negara-negara lain berpartisipasi dalam misi dan pengiriman astronot.

Baca juga: NASA Siapkan Misi Pendaratan Pertama Perempuan di Bulan

Tetapi AS telah membayar dan mengendalikan sebagian besar modul yang membentuk stasiun luar angkasa itu.

Meski NASA baru akan memulainya pada 2020 mendatang, wisata ke ISS pernah dilakukan pada 2001, yakni oleh pengusaha AS Dennis Tito yang membayar sebesar 20 juta dollar (sekitar Rp 280 miliar) kepada Rusia untuk membawanya ke luar angkasa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X