Kompas.com - 07/06/2019, 18:27 WIB
Kawanan singa Afrika di semak-semak. SHUTTERSTOCKKawanan singa Afrika di semak-semak.

PHALABORWA, KOMPAS.com - Kawanan 14 ekor singa dilaporkan terlepas dari kawasan Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan, Jumat (7/6/2019), mengancam warga masyarakat di sekitarnya.

Singa-singa itu terlihat berkeliaran di sekitar tambang fosfat milik perusahaan Foskor di luar kota Phalaborwa, yang berbatasan dengan pagar sisi barat taman margasatwa terkenal itu.

"Karyawan perusahaan tambang Foskor dan anggota masyarakat diminta untuk selalu waspada setiap saat," kata Departemen Lingkungan dan Pariwisata Provinsi Limpopo, dalam pernyataannya.

Diketahui, kawanan kucing besar itu kabur dari taman nasional, sementara petugas telah dialokasikan untuk mencari dan menangkap kembali singa-singa itu sesegera mungkin.

Dalam pertemuan antara pejabat pemerintah dengan pihak taman nasional, disepakati bahwa singa-singa tersebut harus ditangkap untuk dilepaskan kembali di kawasan Taman Nasional Kruger.

Baca juga: Belai Seekor Singa Betina, Pria Ini Alami Hal Fatal

Akan tetapi, juru bicara taman nasional, Ike Phaahla mengatakan, keputusan pengembalian kawanan singa ke taman nasional yang sama tidak tepat, lantaran "singa-singa itu akan terus berusaha keluar karena terdesak oleh kawanan singa dominan lain yang mengusir mereka".

Dia menambahkan, hewan-hewan yang ada di luar kawasan taman nasional seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat, dalam hal ini pemerintah provinsi Limpopo.

Sementara hingga masalah penempatan ini terpecahkan, Phaahla memperingatkan akan adanya ancaman bahaya bagi anggota masyarakat dan pekerja di daerah itu.

"Ada kemungkinan terjadinya konflik antara satwa dengan manusia, sehingga masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati," kata Phaahla kepada stasiun televisi SABC.

"Kita juga harus segera mengidentifikasi taman di mana kawanan singa itu dapat dibawa dan membangun wilayah untuk mereka," tambahnya, dikutip AFP.

Tidak jelas kapan pastinya kawanan singa itu melarikan diri dari taman nasional dan sudah berapa lama mereka berkeliaran.

Sebelumnya diberitakan, insiden yang menimpa anak salah seorang staf taman nasional Kruger. Bocah yang baru berusia dua tahun itu diketahui diserang seekor macan tutul hingga tewas.

Baca juga: Anak Staf Taman Nasional di Afrika Selatan Tewas Diserang Macan Tutul

Macan tutul itu telah diburu dan ditembak mati untuk menghindari insiden serupa terulang di kemudian hari.

Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan mencakup kawasan seluas hampir dua juta hektar dan menjadi rumah bagi lebih dari 500 spesies burung dan 147 spesies mamalia.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X