Saudi Beli Teknologi Rudal Balistik dari China

Kompas.com - 06/06/2019, 20:03 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping.Reuters/Damir Sagoll Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Arab Saudi disebut mengembangkan rudal balistik setelah membeli teknologi dari China. Demikian laporan media Amerika Serikat ( AS).

Kisah yang dipublikasikan oleh CNN Rabu (5/6/2019) itu menyatakan, AS telah mendapatkan laporan intelijen terkait transfer teknologi rudal dari Saudi ke China.

Namun sebagaimana diberitakan Al Jazeera Kamis (6/6/2019), intelijen AS diduga tidak memberikan informasi sepenting itu kepada beberapa anggota kunci Kongres.

Baca juga: Iran Sebut Arab Saudi Menebar Perpecahan di Timur Tengah


Jeff Stacey, konsultan keamanan nasional Kementerian Luar Negeri di era Presiden Barack Obama menuturkan, laporan itu "mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan".

Menurut Stacey, pertanyaan kuncinya adalah apakah pemerintahan AS saat ini adalah tidak saja sekadar tahu. Namun juga berkolusi terkait pembelian teknologi itu.

"Apakah mereka ikut serta dalam hal ini? Berapa banyak informasi yang sebenarnya sudah diberikan Saudi? Berapa lama sebelum mereka memutuskan melakukannya?" tanya Stacey.

Kabar CNN itu muncul di tengah kerenggangan antara Kongres dengan Gedung Putih terkait relasi dengan Saudi. Terutama berkaitan dengan penjualan senjata.

Sebelumnya, sekelompok senator mencoba menghalangi penjualan senjata tak hanya kepada Riyadh. Namun juga kepada Uni Emirat Arab serta Yordania.

Upaya itu menyusul kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga dilakukan Saudi pada Oktober 2018, serta keterlibatan mereka dalam perang di Yaman.

Apalagi, Presiden Donald Trump Mei lalu memutuskan melewati Kongres dan menyetujui 8 miliar dollar AS, sekitar Rp 113,9 triliun, dengan alasan darurat karena faktor Iran.

Kementerian Luar Negeri China dalam keterangan resmi menuturkan mereka dan Saudi adalah "mitra strategis komprehensif" dan bekerja sama di segala bidang, utamanya senjata.

"Kerja sama itu bukanlah sebuah pelanggaran hukum internasional. Juga tak melibatkan proliferali senjata pemusnah massal," demikian keterangan Kemenlu China.

Sementara pejabat Kemenlu AS menyatakan Washington tetap pada pendirian mereka bahwa Timur Tengah harus bebas dari sistem pemgiriman senjata pemusnah massal.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X