Korea Utara kepada AS: Kesabaran Kami Ada Batasnya

Kompas.com - 04/06/2019, 21:46 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019). AFP/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019).

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara memperingatkan kepada Amerika Serikat tentang kesepakatan yang dicapai pemimpin kedua negara di Singapura tahun lalu bisa berisiko karena tekanan yang dilakukan AS.

Pernyataan yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, Selasa (4/6/2019) itu muncul di tengah kabar bahwa Pyongyang menghukum pejabatnya yang bernegosiasi dengan AS sebelum pertemuan yang gagal antara Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam.

Laporan media yang datang hampir setahun setelah pertemuan pertama Trump dan Kim Jong Un di Singapura itu, menyebutkan bahwa kesepakatan yang dicapai pada pertemuan tersebut terancam batal.

"Perjanjian itu bisa berisiko jika AS tidak membatalkan kebijakannya yang hanya menuntut penyerahan sepihak senjata nuklir kami," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Korut yang tidak disebutkan namanya.

Baca juga: Kapal Kargonya Ditahan AS, Korea Utara Minta Bantuan PBB

Laporan itu menambahkan, jika AS tidak melakukan sesuatu yang baru "sebelum terlambat", kesepakatan bersama yang dicapai di Singapura bisa berakhir menjadi "selembar kertas kosong belaka".

"Kami menyarankan kepada AS untuk mengubah metode perhitungannya saat ini dan menanggapi permintaan kami sesegera mungkin."

"Ada batas untuk kesabaran kami," lanjut pernyataan pejabat itu, dikutip Reuters.

Trump dengan Kim Jong Un telah bertemu sebanyak dua kali, dengan pertemuan pertama yang bersejarah berlangsung di Singapura pada 12 Juni 2018 dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk denuklirisasi Semenanjung Korea.

Pertemuan kedua yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari lalu berakhir tidak sesuai harapan dengan Trump meninggalkan ruang pertemuan lebih cepat dari perkiraan dan tanpa pernyataan bersama.

Dikatakan bahwa Trump beranjak meninggalkan pertemuan setelah Kim Jong Un mengajukan proposal untuk penghapusan fasilitas nuklir Korea Utara di Yongbyon, dengan imbalan penghapusan sebagian sanksi AS kepada Pyongyang.

Meski berulang kali melontarkan ancaman terkait kesepakatan denuklirisasi, Korea Utara mengatakan tetap bersedia mematuhi pernyataan bersama selama AS menemukan pendekatan yang membangun.

Baca juga: Trump Sambut Baik China dan Rusia Bantu Negosiasi Denuklirisasi Korea Utara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X