Kapal Kargonya Ditahan AS, Korea Utara Minta Bantuan PBB

Kompas.com - 18/05/2019, 14:58 WIB
Inilah kapal Wise Honest yang ditangkap otoritas Indonesia pada April 2018. Diyakini kapal itu digunakan Korea Utara (Korut) untuk melanggar sanksi PBB dengan mengekspor batu bara dan mengimpor mesin. AFP via BBCInilah kapal Wise Honest yang ditangkap otoritas Indonesia pada April 2018. Diyakini kapal itu digunakan Korea Utara (Korut) untuk melanggar sanksi PBB dengan mengekspor batu bara dan mengimpor mesin.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara meminta bantuan PBB untuk mendapatkan kembali kapal kargonya yang ditahan oleh Amerika Serikat, menyebut tindakan penyitaan itu sebagai "hal keji".

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, perwakilan tetap Pyongyang di PBB, Kim Song, mengatakan insiden penyitaan itu sebagai tindakan yang keterlaluan dan melanggar hukum.

"Tindakan perampasan ini jelas menunjukkan bahwa AS memang negara gangster yang tidak peduli sama sekali terhadap hukum internasional," kata surat tersebut, seperti dikutip kantor berita Korea Utara, KCNA.

Perwakilan Korea Utara meminta Guterres untuk segera mengambil langkah-langkah yang mendesak AS agar mengembalikan kapal yang ditahan.


Baca juga: Indonesia Tangkap Kapal yang Dipakai Korut untuk Langgar Sanksi PBB

"PBB harus mengambil langkah-langkah mendesak sebagai cara berkontribusi dalam stabilitas Semenanjung Korea dan membuktikan ketidakberpihakan PBB," lanjut surat tersebut.

Diberitakan pekan lalu, Washington mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih sebuah kapal curah dengan nama M/V Wise Honest yang terdaftar di Korea Utara.

Kapal itu sempat ditahan selama satu tahun di Indonesia karena tindakan yang melanggar sanksi.

Melansir AFP, ini merupakan pertama kalinya kapal kargo Korea Utara ditangkap oleh AS atas pelanggaran sanksi.

Selama ini, kapal Korea Utara disamarkan dengan bendera palsu dan mematikan transmisi pelacak untuk menghindari ditemukan oleh kapal lain.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang mengecam langkah AS mengatakan, penyitaan itu merupakan pelanggaran langsung terhadap semangat dari kesepakatan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura tahun lalu.

Baca juga: Korut Minta AS Kembalikan Kapal Kargo yang Sempat Ditahan di Indonesia

Kapal Wise Honest berbobot 17.000 ton dibuat pada 1989 dan ditangkap oleh otoritas Indonesia pada 2 April 2018, lebih dari dua bulan sebelum Trump dan Kim menggelar KTT di Singapura.

Kapal itu mengangkut pengiriman batu bara Korea Utara senilai 3 juta dollar AS atau sekitar Rp 43 miliar.

Kapal memasuki perairan Indonesia dengan transmisi pelacakan AIS yang dimatikan dan beroperasi di bawah registrasi di Korut dan Sierra Leone.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X