Uji Coba Rudal Korut Disebut Trump "Senjata Kecil"

Kompas.com - 26/05/2019, 12:20 WIB
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat mengawali hari kedua KTT di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). (Twitter/White House) Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat mengawali hari kedua KTT di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). (Twitter/White House)

TOKYO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan masih mempunyai "kepercayaan" dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Pernyataan itu tertuang dalam kicauan di Twitternya di tengah kunjungan ke Jepang dalam rangka meningkatkan relasi dengan sekutu terdekatnya di Asia itu.

Baca juga: Biden Kritik Kim Jong Un, Begini Balasan Keras Media Pemerintah Korut

Dilaporkan AFP Sabtu (25/5/2019), Trump menuturkan dia menerima "sinyal" dari Kim melalui media pemerintah Korut soal mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Saat itu, Biden disebut oleh KCNA sebagai sosok yang " dungu" serta "si bodoh yang ber-IQ rendah" karena melontarkan kritikan kepada Kim sebagai diktator dan tiran.

"Korut menembakkan sejumlah senjata kecil yang mengganggu banyak orang. Namun tidak dengan saya," kata Trump merujuk kepada uji coba senjata Korut pada awal Mei ini.

Beberapa jam sebelum Trump mendarat pada Sabtu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton berkata tidak diragukan lagi uji coba rudal Korut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Namun Bolton melanjutkan Washington siap untuk melanjutkan negosiasi. Pun dengan Trump yang berkata dia masih percaya bahwa Kim bakal memenuhi janjinya.

"Saya juga tersenyum ketika dia menyebut si Manusia Rawa Biden sebagai pria ber-IQ rendah dan lebih buruk lagi. Mungkin itu sinyal bagi saya?" tanya Trump.

Korut merupakan salah satu agenda utama yang bakal dibahas Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe selama kunjungannya ke Negeri "Sakura" itu.

Pyongyang dilaporkan menembakkan dua rudal jarak pendek pada 9 Mei setelah latihan yang digelar lima hari sebelummya, dan menjadi uji coba pertama dalam 18 bulan terakhir.

Korut tidak lagi melakukan uji coba rudal maupun senjata nuklir sejak November 2017 setelah peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) Hwasong-15.

Sejak November dua tahun itulah, Kim mulai membuka diri kepada dunia yang ditunjukkan dengan bertemu Trump sebanyak dua kali. Yakni pada 2018 dan 2019 ini.

Baca juga: Kim Jong Un Sangat Puas Setelah Melihat Uji Coba Rudal Korut



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X