Hari Ini, PM Inggris Theresa May Akan Umumkan Rencana Lengser?

Kompas.com - 24/05/2019, 12:12 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May ketika berbicara dalam rapat dengar pendapat Parlemen Inggris Senin (16/4/2018). Rapat tersebut digelar untuk membahas kebijakan May yang memerintahkan serangan ke Suriah. AFP/PRUPerdana Menteri Inggris Theresa May ketika berbicara dalam rapat dengar pendapat Parlemen Inggris Senin (16/4/2018). Rapat tersebut digelar untuk membahas kebijakan May yang memerintahkan serangan ke Suriah.

LONDON, KOMPAS.com – Perdana Menteri Inggris Theresa May dilaporkan akan mengumumkan tanggal pengunduran dirinya pada Jumat (24/5/2019) pagi waktu setempat.

Salah satu menteri senior kabinet menyampaikan kepada BBC, May dijadwalkan akan menyampaikan pidato dari kediamannya di 10 Downing Street setelah melakukan pertemuan tertutup dengan anggota parlemen Inggris dari partainya Partai Konservatif.

Pidato itu akan menyinggung persiapan transisi kekuasaan dari May ke penggantinya. Politisi berusia 62 tahun itu diperkirakan akan memilih 10 Juni 2019 sebagai hari mulainya proses pemilihan penggantinya.

Baca juga: Gara-gara Brexit, Perusahaan Baja Inggris Merugi dan akan PHK Karyawan

May disebut ingin melaksanakan tugas terakhirnya dengan menyambut kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump di awal Juni sebelum menyerahkan tampuk kekuasaan.

Perdana Menteri wanita kedua dalam sejarah Inggris ini memang sedang menghadapi tekanan dari Partai Konservatif untuk mengundurkan diri, setelah Kesepakatan Brexitnya ditolak tiga kali oleh Parlemen Inggris termasuk oleh anggota Partai Konservatif.

Penolakan itu mengakibatkan molornya Brexit. Inggris yang semula dijadwalkan akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019 terpaksa menundanya hingga 31 Oktober 2019.

May awalnya berencana mengajukan Kesepakatan Brexit baru ke parlemen untuk keempat kalinya pekan depan. Namun penolakan keras dari anggota partainya sendiri membuyarkan rencananya yang memicu percepatan tanggal pengunduran dirinya.

Tiga tahun kepemimpinan May didominasi oleh isu Brexit yang membelah Partai Konservatif. May kesulitan mencari titik temu untuk mencapai kompromi antara kubu Remainner dan kubu Leave yang tidak kunjung sepakat mengenai Kesepakatan Brexit.

May lolos dari mosi tidak percaya internal yang diajukan partainya pada Januari lalu. Namun, posisinya terus dirongrong oleh ancaman mosi tidak percaya putaran kedua untuk menggulingkannya.

Posisi May juga semakin goyah setelah satu per satu menteri kabinetnya mengundurkan diri karena perbedaan pandangan. Tercatat 36 menteri kabinet May memilih mundur, rekor tertinggi dalam sejarah pemerintahan Inggris.

Partai Konservatif akan menggelar pemilihan internal untuk mencari pengganti May. Pemimpin Partai Konservatif otomatis menjadi Perdana Menteri karena kursi terbanyak parlemen saat ini dikuasai oleh partai yang sering disebut Tory itu.

Nama terkuat untuk menggantikan May adalah mantan Menteri Luar Negeri dan Wali Kota London Boris Johnson. Survei terbaru oleh Survation menunjukan 36 persen anggota partai menghendaki Johnson sebagai pemimpin baru.

Baca juga: Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari Milkshake

Nama-nama lainnya tertinggal jauh, seperti Menteri Dalam Negeri Sajid Javid yang berada di posisi kedua hanya meraih 9 persen dukungan, disusul oleh Menteri Lingkungan, Pangan, dan Urusan Rural Michael Gove yang didukung 7 persen pemilih.

Mantan Menteri Urusan Brexit Dominic Raab, mantan Pemimpin Majelis Rendah Inggris Andrea Leadsom, Menteri Pertahanan Penny Mordaunt, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt, Menteri Tenaga Kerja dan Pensiun Amber Rudd, Menteri Urusan Pembangunan Internasional Rory Stewart, dan Menteri Kesehatan Matt Hancock adalah nama-nama lain yang juga disebut akan maju mencalonkan diri untuk menggantikan May.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X