Armada Kapal Perang AS di Teluk Telah Berada dalam Jangkauan Rudal Iran

Kompas.com - 18/05/2019, 20:52 WIB
Kapal perusak Amerika Serikat USS Gonzalez. Facebook via Russian TodayKapal perusak Amerika Serikat USS Gonzalez.

TEHERAN, KOMPAS.com - Wakil komandan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut bahwa armada kapal perang AS yang ditempatkan di wilayah Teluk, telah berada dalam jangkauan serang rudal jarak pendeknya.

Hal tersebut diyakini akan menjadi alasan di mana AS tidak akan dapat mempertahankan perang baru di wilayah itu.

"Bahkan rudal jarak dekat kami dapat dengan mudah menjangkau kapal perang (milik AS) di wilayah Teluk," ujar Mohammad Saleh Jokar, wakil urusan parlementer IRGC, dikutip kantor berita Fars, Jumat (17/5/2019).

Tak hanya itu, Jokar menambahkan alasan AS tidak akan dapat bertahan jika terlibat konflik militer dengan Iran karena keuangan, personel, dan alasan sosial.


Baca juga: Kirim Pesan untuk Iran, AS Berangkatkan Kapal Induk ke Timur Tengah

Pernyataan tersebut menandai eskalasi terbaru dalam perang kata-kata antara Teheran dengan Washington, ketika ketegangan terus meningkat di tengah sanksi baru dan tekanan politik dari AS, bersama penumpukan pasukan Amerika Serikat di wilayah Teluk.

"Iran tidak mengejar konflik di kawasan tersebut, tetapi akan selalu berupaya mempertahankan kepentingannya sekuat tenaga dan akan melakukannya saat ini juga," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, pada Kamis (16/5/2019).

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengembangkan rudal balistik anti-kapal yang disebut Khalij Fars, yang menggunakan panduan inframerah untuk menghantamkan hulu ledak seberat 650 kilogram ke target kapal yang bergerak.

Selain itu Iran juga memiliki rudal Khalij Fars dengan kecepatan Mach 4, serta rudal Hormuz-1 dan 2 yang dirancang untuk mencari sistem radar musuh dan menghancurkannya.

AS selalu mengerahkan kapal induknya sebagai bagian dari pasukan tempurnya, sehingga armada besar maupun kapal kecil Iran akan merasa kesulitan untuk mencapai jarak serang tanpa khawatir armadanya dihancurkan oleh kapal perang AS.

Baca juga: Tegang dengan Iran, 2 Kapal Perusak AS Masuk ke Teluk Persia

Kapal perusak dengan rudal kendali, USS Gonzales dan USS McFaul milik AS baru-baru ini dikabarkan telah turut bergabung dengan pasukan serang USS Abraham Lincoln yang ditempatkan dalam posisi siaga di lepas pantai Oman.

Dengan lebar hanya berkisar antara 56 kilometer hingga 350 kilometer, Teluk Persia terbilang sempit untuk armada kapal induk dan hal itu memberi IRGC kesempatan untuk mengumpulkan peluncur dalam jangkauan armada AS dengan relatif mudah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X