Kompas.com - 17/05/2019, 11:36 WIB
Ilustrasi cacar monyet Shutterstock.comIlustrasi cacar monyet

KOMPAS.com – Sepekan terakhir, Singapura tengah menghadapi wabah virus zoonosis langka yang ditularkan ke manusia melalui hewan. Virus itu menyebabkan gangguan kesehatan itu dikenal sebagai cacar monyet atau monkeypox (MPX).

Pembawa virus ini ke Singapura diketahui adalah seorang turis asal Nigeria yang datang ke Negeri Singa itu pada 28 April lalu. Dia terbukti mengidap virus ini pada 8 Mei 2019.

Virus ini banyak ditemukan di negara-negara Afrika Barat dan Afrika Tengah, ditularkan ke manusia melalui hewan-hewan pengerat.

Meskipun dipastikan belum merambah dan menyebar di Indonesia, namun tidak ada salahnya kita memahami apa yang disebut dengan cacar monyet ini.

Berikut 4 hal yang harus Anda tahu tentang virus cacar monyet:

Penularan

Di wilayah persebaran aslinya, virus ini berasal dari hewan-hewan pengerat seperti tikus, dan bisa menular  kepada manusia.

Meski begitu, virus ini juga bisa menular antar-manusia melalui interaksi atau kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan enderita, luka pada kulit penderita, atau objek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita.

Namun, World Health Organization (WHO) menyebut penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi atau memiliki kemungkinan yang tipis.

Baca juga: Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Baru Saja Sampai ke Singapura

Reaksi tubuh

Bagi orang yang terjangkit cacar monyet, maka akan terjadi reaksi tertentu pada tubuhnya sebagai akibat virus yang menyerang.

Terdapat dua periode infeksi yang akan terjadi pada orang yang terserang virus ini.

Dalam jangka waktu lima hari pertama, penderita akan merasakan demam, sakit kepala intens, pembengkakan nodus limfa atau limfadenopati, nyeri punggung juga otot, dan kekurangan energi.

Selanjutnya, kulit akan mulai menampakkan reaksinya. Ruam-ruam mulai terlihat dari area wajah dan akhirnya meluas di area tubuh lainnya.

Ilustrasi Cacar MonyetShutterstock.com Ilustrasi Cacar Monyet
Awalnya, ruam hanya berupa bintik merah menyerupai cacar (makulopapula), namun lama-kelamaan bintik itu akan berkembang.

Kulit akan terlihat seperti melepuh dan berisi cairan bening juga nanah, hingga akhirnya mengeras.

Diperlukan waktu sekitar tiga minggu untuk ruam itu benar-benar hilang dan sembuh.

Baca juga: Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Baru Saja Sampai ke Singapura

Pencegahan

Sejauh ini belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah infeksi virus cacar monyet. Sebelumnya terdapat sebuah vaksin bernama Variola 85 persen yang efektif untuk mencegahnya. Namun, saat ini vaksin itu sudah tidak lagi diproduksi.

Untuk itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan meminimalisasi terjadinya infeksi.

Menurut World Health Organization (WHO), bagi masyarakat di wilayah endemik penyebaran virus untuk mengurangi kontak dengan binatang-binatang yang menjadi sumber penyakit, seperti primata dan binatang pengerat.

Membatasi konsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar, juga bisa menjadi cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk meminimalisasi penularan cacar monyet.

Selain itu, masyarakat juga diminta melindungi diri dari orang yang sudah positif terjangkit cacar monyet. Misalnya, dengan menggunakan pakaian pelindung dan senantiasa menjaga kebersihan tubuh setelah melakukan interaksi dengan penderita.

Baca juga: INFOGRAFIK: Mengenal Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox

Perbedaan dengan cacar air

Tidak seperti cacar monyet, cacar air disebabkan oleh virus bernama varicella zoozter dan ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita.

Pada cacar air, kulit penderita akan tumbuh ruam-ruam merah berisi air yang bisa pecah dan meninggalkan bekas setelahnya. Namun perlahan luka-luka itu akan sembuh dengan sendirinya.

Namun, ruam-ruam ini tidak muncul pada saat yang bersamaan, melainkan bisa muncul setelah ruam pertama tumbuh dan matang.

Cacar penyembuhan cacar air pun relatif cepat daripada cacar monyet, yakni sekitar dua minggu dan terdapat vaksin khusus yang biasa digunakan untuk menyembuhkannya, yakni vaksin cacar air (varicella).

 Baca juga: Cacar Monyet dan Cacar Air Berbeda, Kenali Keduanya

 Informasi lengkap tentang cacar monyet dapat dilihat dalam infografik berikut:

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cacar Monyet



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X