Zimbabwe Sudah Jual Hampir 100 Ekor Gajah ke China dan Dubai

Kompas.com - 15/05/2019, 23:00 WIB
Kawanan gajah Zimbabwe. SHUTTERSTOCKKawanan gajah Zimbabwe.

HARARE, KOMPAS.com - Pemerintah Zimbabwe dilaporkan telah menjual hampir 100 ekor gajah dari negaranya ke China dan Dubai selama enam tahun terakhir.

Dari hasil penjualan tersebut Zimbabwe telah memperoleh sebesar total 2,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 38,9 miliar.

Menurut juru bicara Otoritas Pengelolaan Taman dan Margasatwa Zimbabwe, Tinashe Farawo, gajah-gajah tersebut dijual karena dianggap sudah terlalu banyak.

Gajah-gajah Zimbabwe telah memadati taman nasional, merambah permukiman warga, merusak tanaman, dan menimbulkan risiko bagi kehidupan manusia.


"Kami memiliki sekitar 84.000 gajah, jauh melebihi kapasitas pendukung yang hanya mampu menampung sekitar 50.000 ekor," ujar Farawo, membenarkan langkah penjualan hewan mamalia raksasa itu.

Baca juga: Tentara Inggris Ini Tewas Diinjak Gajah di Malawi

"Kami meyakini pada penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, sehingga kami menjual beberapa gajah untuk dapat mengurus sisanya," tambahnya.

Farawo mengatakan, sekitar 200 orang telah tewas dalam konflik manusia dengan hewan dalam jangka lima tahun terakhir. Selain itu sekitar 7.000 hektar tanaman warga telah hancur oleh gajah.

Dia menambahkan, habitat alami hewan-hewan itu telah terkuras oleh perubahan iklim. Sementara dampak kekeringan yang berulang telah menambah beban pada taman nasional, memaksa gajah-gajah itu mencari makanan dan air di tempat yang lebih jauh.

Farawo menegaskan, uang yang diperoleh dari hasil penjualan gajah secara legal itu telah dialokasikan untuk proyek anti-perburuan liar, pekerjaan konservasi, penelitian, serta kesejahteraan.

Menurut surat kabar lokal, Zimbabwe Chronicle, sebanyak 93 ekor gajah dengan aman diterbangkan ke taman-taman di China dan empat di Dubai, antara 2012 hinga 2018.

Gajah-gajah tersebut masing-masing dijual dengan harga berkisar antara 13.500 hingga 41.400 dollar AS (sekitar Rp 194 juta hingga Rp 590 juta).

Zimbabwe, bersama negara Afrika lainnya, yakni Botswana, Namibia, dan Zambia, telah menyerukan agar pelarangan perdagangan gading gajah secara global diperlonggar, menyusul peningkatan jumlah gajah di beberapa wilayah.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, jumlah populasi gajah di seluruh Afrika telah mengalami penurunan sekitar 111.000 ekor menjadi hanya 415.000 ekor. Sebagian besar disebabkan praktik perburuan ilegal.

Baca juga: Nekat Ingin Mencium Gajah, Pemuda Ini Malah Babak Belur

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Internasional
China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan 'Software' Buatan Asing

China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Internasional
Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Internasional
Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Internasional
Korea Utara Sebut Trump 'Orang Tua yang Tak Sabaran'

Korea Utara Sebut Trump "Orang Tua yang Tak Sabaran"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

Internasional
Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X