Kompas.com - 10/05/2019, 22:16 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Anggota parlemen oposisi Venezuela yang telah dilucuti dari kekebalan kongres mereka oleh pemerintahan Maduro kini dilaporkan mencari perlindungan ke kedutaan asing.

Kementerian Luar Negeri Italia mengkonfirmasi, pada Jumat (10/5/2019), bahwa sejumlah anggota parlemen oposisi Veneziela kini tengah mencari perlindungan di gedung kedutaan besar mereka di Caracas.

Salah satunya yakni anggota majelis nasional, Americo de Grazia, yang berasal dari Italia, dan terpilih secara sah menjadi anggota majelis.

Namun belakangan, kekebalan parlementernya dicabut dan dia menjadi subyek proses peradilan dan terancam ditangkap.

Baca juga: Menlu AS: Maduro Berkuasa di Venezuela, Tapi Tak Bisa Memerintah

Anggota parlemen itu sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Italia dalam twitnya, namun tidak mengungkapkan bahwa dia sedang berada di dalam kantor kedutaan besar mereka.

Dilansir Fox News, setidaknya ada 10 anggota parlemen oposisi yang telah dilucuti kekebalan parlementernya pada awal pekan ini, setelah Mahkamah Agung mengatakan bahwa mereka harus diselidiki atas tuduhan konspirasi, pemberontakan, dan pengkhianatan.

Seorang anggota parlemen Venezuela lainnya, Mariela Magallanes, juga dilaporkan berada di dalam gedung kedutaan Italia, sementara koleganya Richard Blanco berada di kedutaan besar Argentina.

Langkah yang diambil para politisi oposisi Venezuela tersebut mengingatkan kembali dengan apa yang dilakukan para pembangkang pada 1970-an yang berebut perlindungan di bawah bendera negara-negara lain.

Blanco mengatakan kepada media setempat bahwa dia langsung pergi ke kedutaan Argentina setelah penangkapan Edgar Zambrano, wakil presiden Majelis Nasional.

Zambrano (63) sedang meninggalkan markas Partai Aksi Demokratik, pada Rabu (8/5/2019), saat dia dikejutkan dengan pasukan dari badan intelijen Venezuela, SEBIN, yang mengelilingi kendaraannya, dan kemudian menariknya dengan Zambrano masih berada di dalam kendaraan.

Baca juga: Wakil Pemimpin Oposisi Venezuela Diseret ke Penjara Politik Helicoide

Langkah penangkapan paksa yang cukup ekstrem itu menjadi upaya terbaru yang dilakukan rezim Maduro dalam memperebutkan kekuasaan dan dukungan militer Venezuela.

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, menggambarkan langkah penangkapan yang menargetkan anggota parlemen sebagai tindakan putus asa yang dilakukan pemerintah.

Dilaporkan ada sebanyak 29 anggota Majelis Nasional, atau sekitar 25 persen anggota parlemen Venezuela yang menentang pemerintah, telah dianiaya oleh Mahkamah Agung yang pro-Maduro.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Fox News


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.