Wakil Pemimpin Oposisi Venezuela Diseret ke Penjara Politik "Helicoide"

Kompas.com - 09/05/2019, 17:35 WIB
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido (tengah), diapit oleh wakil presiden pertama Majelis Nasional Edgar Zambrano (kiri) dan wakil presiden kedua Stalin Gonzalez (kanan), di Caracas, Venezuela, pada 16 April 2019. (AFP/MATIAS DELACROIX) MATIAS DELACROIX Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido (tengah), diapit oleh wakil presiden pertama Majelis Nasional Edgar Zambrano (kiri) dan wakil presiden kedua Stalin Gonzalez (kanan), di Caracas, Venezuela, pada 16 April 2019. (AFP/MATIAS DELACROIX)

CARACAS, KOMPAS.com - Agen Intelijen Venezuela menahan seorang wakil pemimpin Majelis Nasional yang didominasi oposisi pada Rabu (8/5/2019).

Pemimpin senior bernama Edgar Zambrano mengaku telah dipaksa keluar dari mobilnya untuk dibawa ke penjara.

Ini merupakan penangkapan pertama anggota parlemen sejak pemberontakan gagal terhadap Presiden Nicolas Maduro pada pekan lalu.

Baca juga: Keberadaan Militer Rusia di Venezuela Bakal Diperpanjang

Zambrano adalah Wakil Ketua Majelis Nasional, yang dipimpin oleh Juan Guaido.

Sebelum ditangkap, Zembrano mengatakan melalui akun Twitter-nya, agen intelijen SEBIN telah mengepung kendaraannya di luar markas besar Partai Aksi Demokrasi.

"Ketika kami menolak untuk keluar dari kendaraan, mereka menggunakan truk derek untuk secara paksa membawa kami langsung ke Helicoide," kicaunya.

Helicoide merupakan penjara politik yang terkenal dan markas agen rahasia Venezuela, terletak di Caracas.

Seperti diketahui, Guaido diakui oleh lebih dari 50 negara sebagai presiden sementara Venezuela dan telah mengatur pemberontakan pada 30 April lalu.

"Kami memperingatkan kepada rakyat Venezuela dan masyarakat internasional, rezim ini telah menculik wakil presiden Majelis Nasional," ujar Guaido.

"Mereka berusaha menghancurkan kekuatan yang mewakili semua rakyat Venezeula, tapi mereka tidak akan mencapainya," tuturnya.

AS, Uni Eropa, dan beberapa negara mengecam keras penangkapan Zambrano.

Kedubes AS di Caracas menyebut penahanan tersebut sebagai tindakan ilegal dan tidak dapat dimaafkan.

Baca juga: Keberadaan Militer Rusia di Venezuela Bakal Diperpanjang

Mereka juga memperingatkan akan ada konsekuensi apabila Venezuela tidak segera membebaskan Zambrano.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Kamis (9/5/2019) pagi mengaku sedang membahas berbagai pelanggaran Maduro.

Selain AS, Argentina, Kolombia, Chile, dan Peru juga memprotes penangkapan Zambrano. Sementara Uni Eropa menyebut hal itu sebagai pelanggaran nyata terhadap konstitusi negara.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Close Ads X