Hari Ini dalam Sejarah: Perayaan Kemenangan Inggris atas Kekalahan Nazi Jerman

Kompas.com - 08/05/2019, 11:59 WIB
antusiasme masyarakat London pada Victory in Europe Day d Historyantusiasme masyarakat London pada Victory in Europe Day d

KOMPAS.com - Perang akan berhenti ketika salah satu kubu menderita kekalahan dan menyerah, atau adanya perjanjian damai.

Jerman yang semula berjaya ketika Perang Dunia II harus mengakui kekalahannya kepada pasukan Sekutu. Kekuatan yang meredup hingga aksi bunuh diri pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, menjadi alasan kuat bagi Jerman untuk menandatangani perjanjian kalah perang.

Kondisi ini merupakan kabar gembira bagi pasukan Sekutu yang patut untuk dirayakan. Berita menyerahnya Jerman tak mengejutkan bagi pihak Inggris. Mereka sudah mempersiapkan untuk merayakan kemenangan.

Pada hari ini 74 tahun lalu, tepatnya 8 Mei 1945, Inggris mengawali perayaan yang dikenal sebagai "Victory in Europe Day" atau Hari Kemenangan di Eropa.

Dilansir dari History, kota-kota di Eropa yang sebelumnya berada pada pengawasan Blok Poros yang terdiri dari Jerman-Jepang dan Italia, kini mulai mengeluarkan sikap terkait kekalahan perang.

Radio-radio juga telah mengumumkan akan ada perayaan resmi terkait kemenangan Sekutu atas Jerman.

Setelah bertahun-tahun pembatasan dan dalam ancaman perang, penjatahan makanan dan pakaian, serta pemadaman listrik karena bom, menjadikan masyarakat Inggris tak menunda perayaan kemenangan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Jepang Menyerah dan Perang Dunia II Berakhir

Sehari sebelumnya, mereka sudah mulai berkampanye di jalan-jalan dan meluapkan kebahagiaan.

Bendera dan spanduk mulai terpasang di pinggiran kota yang isinya luapan kebahagiaan. Mereka menilai kekalahan Nazi adalah awal yang baik bagi kehidupan dan kedamaian.

Tak hanya Inggris saja, Hari Kemenangan ini juga merambah ke Amerika Serikat dan Uni Soviet. Peringatan itu dijadikan hari yang spesial bagi kemenangan Sekutu atas perdamaian dunia.

Perayaan di Inggris

Salah satu perayaan di InggrisHistory Salah satu perayaan di Inggris

Pasukan Jerman di seluruh Eropa akhirnya mulai meletakkan senjata secara resmi, setelah perjanjian dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet dilakukan.

Perjanjian dengan Inggris dilakukan di Luneburg Heath, Jerman. Perjanjian dengan Amerika Serikat dilakukan di Perancis. Sedangkan, Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin menginginkan upacara tersendiri, oleh karenanya mereka menerima perjanjian pada 8 Mei 1945 di Berlin.

Setelah mendapatkan salinan dari surat perjanjian, pimpinan dari ketiga negara mulai memberikan arahan kepada publik terkait kemenangan Sekutu. Namun mereka bersepakat untuk mengumumkannya pada 9 Mei 1945.

Dilansir dari History.net, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill sebenarnya geram dengan kesepakatan itu. Churcill mulai nekat untuk mengumumkan ke publik menggunakan siaran radio pada 7 Mei 1945 saat malam.

Ia mengatakan bahwa perang telah berakhir dan harus bisa menata diri ke depan. Dia juga menyinggung bahwa besok akan ada perayaan besar terkait kemenangan ini.

Keesokan harinya, tepat pada 8 Mei 1945, puluhan ribu orang telah memadati jalan dan bersuka cita.

"Ini kemenanganmu," kata Churcill di tengah kerumunan yang berkumpul di London.

Baca juga: Gloster Meteor, Jet Pertama Inggris yang Jadi Andalan Sekutu dalam Perang Dunia II

Perayaan berlangsung sampai malem walau diguyur hujan deras ketika itu. Keesokan harinya, perayaan masih berlanjut dengan berbagai serangkaian acara.

Sementara itu di Skotlandia, orang-orang melakukan pesta dengan melakukan tarian nasional mereka dan menikmati makanan yang telah mereka bawa. Di Wales, pesta memenuhi jalanan.

Meja panjang dengan suguhan disiapkan di jalanan. Gula telah disulap menjadi permen untuk suguhan pada pesta ini dan semua aktivitas diliburkan selama dua hari.

Di AS dan Uni Soviet 

Perayaan di Amerika SerikatHistory Perayaan di Amerika Serikat

Presiden AS Harry S Truman mengumumkan kemenangan di Eropa kepada rakyat Amerika Serikat pada 13 Mei 1945. Dia memberikan informasi kepada publik bahwa kemenangan ini baru setengahnya, karena masih ada Jepang yang masih memberikan perlawanan.

Di seluruh negeri perayaan semakin ramai. Ribuan orang berkumpul di Times Square, New York. Sementara itu di New Orleans diadakan acara Mardi Gras dengan orang menari di jalanan. Loncengan gereja berbunyi bersamaan dengan perayaan kemenangan ini.

Sementara itu di Uni Soviet, sudah beredar kabar kekalahan Jerman semenjak lama. Namun, Joseph Stalin bersikeras untuk mempertahankan jadwal yang telah disepakati dan membuat pengumuman pada 9 Mei.

Akhirnya pada 9 Mei 1945, perayaan dilakukan di Soviet. Bertempat di lapangan dan jalan raya, semua orang menari dan bernyanyi. Kembang api juga meramaikan acara ini bersamaan dengan pawai di jalanan Moskwa.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X