Kompas.com - 03/05/2019, 18:15 WIB
Sekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Pria yang berada di tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut. ANTARA FOTO/AMAQ via SITE INTEL GROUP/Handout via REUTERS TV/cfoSekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Pria yang berada di tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut.
|

KOLOMBO, KOMPAS.com - Sosok yang diyakini sebagai dalang serangan bom Minggu Paskah di Sri Lanka, Zahran Hashim diyakini menggunakan media sosial untuk menyerukan serangan terhadap warga non-Muslim.

Zahran bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan lewat chatroom pribadi untuk membujuk enam orang pemuda untuk menjadi pengebom bunuh diri.

Zahran Hashim, yang tewas dalam serangan di hotel Shangri-La pada 21 April lalu, sukses membujuk kakak beradik Ilham Ibrahim dan Inshaf Ibrahim untuk membantunya.

Tak hanya itu, Zahran bahkan berhasil membujuk kedua saudara yang berasal dari keluarga kaya tersebut untuk membiayai misinya.

Baca juga: Ada Ancaman Serangan Lanjutan dari Ekstremis, Sri Lanka Siaga

"Kami menduga dua bersaudara Ibrahim menggunakan uang dari bisnis rempah-rempah untuk membiayai pengeboman," kata seorang penyidik.

"Nampaknya, indoktrinasi dilakukan lewat internet, khususnya Facebook dan YouTube," tambah penyidik itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetangga kedua Ibrahim mengatakan, kedua pemuda itu adalah Muslim yang taat. Namun, keduanya bukan anggota organisasi apa pun.

"Kami yakin Zahran meradikalisasi mereka menggunakan Facebook," kata R Abdul Razik, pemimpin organisasi Ceylon Thowheed Jamaath (CTJ) yang berhaluan moderat.

"Khususnya tahun lalu, dia (Zahran) secara terbuka menyerukan pembunuhan warga non-Muslim," tambah Razik.

Para penyidik dan para pemimpin komunitas yakin Zahran menggunakan aplikasi pengirim pesan pribadai di media sosial agar kegiatan mereka tak tercium pemerintah.

CTJ dan All Ceylon Jammiyatul Ulama (ACJU) mengklaim sudah melapor ke aparat keamanan Sri Lanka soal Zahran Hashim tetapi laporan mereka tak ditanggapi serius.

"Kami sudah meminta badan intelijen untuk memblokir akun Facebook Zahran karena dia mencemari otak Muslim Sri Lanka," ujar Razik.

"Namun, mereka mengatakan, sebaiknya Zahran tetap memiliki akun media sosial sehingga pemerintah bisa mengawasinya," tambah Razik.

Kelompok moderat lainnya, Sri Lankan Thowheed Jamaath (SLTJ) mengatkan, mereka bahkan menggelar konferensi pers pada 2017 untuk memperingatkan pemerintah soal perilaku Zahran Hashim.

Namun, tetap saja tak ada tindakan apa pun dari aparat keamanan Sri Lanka.

Baca juga: Ada Ancaman Serangan Bom yang Baru, Sri Lanka Batalkan Misa Minggu

"Zahran mengindoktrinasi masyarakat menggunakan media sosial. Dia memuntahkan propaganda ISIS yang entah bagaimana diterima para pelaku pengeboman," kata juru bicara SLTJ, Thawseef Ahamed.

Informasi terkait mereka yang terkait dengan serangan Minggu Paskah baru dirilis pemerintah.

Rulis pemerintah itu mengungkap adanya dua pasang kakak beradik yang terlibat dalam serangan tersebut.

Ilham Ibrahim tewas di hotel Shangri-La sementara saudaranya, Inshaf Ibrahim beraksi di hotel Cinnamon Grand.

Zahran Hashim, sang pemimpin, juga tewas dalam serangan di Shangri-La. Sementara saudara Zahran, yang belum diidentifikasi, meledakkan diri di dekat kota Kalmunai pada 26 April.

Saat itu, saudara Hashim tengah bersama tiga orang janda para pelaku pengeboman saat polisi dan tentara mengepung kediamannya.

Dalam pengepungan itu 16 orang tewas, termasuk anak-anak, kerabat Zahran, dan anggota gerakan National Thowheed Jamaath (NTJ) yang dia pimpin.

Istri Ilham Ibrahim, Fatima  yang sedang mengandung, meledakkan diri saat polisi menggerebek kediamannya di Kolombo beberapa jam setelah pengeboman.

Dalam peristiwa itu, Fatima tewas bersama dua anaknya dan tiga polisi.

Mohammed Azzam Mubarak Mohamed disebut sebagai pelaku pengeboman di hotel Kingsbury, Kolombo. Istrinya kini dalam tahanan kepolisian.

Ada hotel keempat yang menjadi sasaran. Namun, orang yang harus melakukan serangan Abdul Latheef gagal meledakkan diri.

Dia baru bisa meledakkan bom yang dibawanya beberapa jam kemudian di sebuah penginapan kecil, menewaskan dirinya dan dua orang lain.

Latheef pernah belajar ilmu aeronautika di Universitas Kingston, Inggris dan melanjutkan studi pasca-sarjana di Melbourne, Australia.

Kepolisian Australia pernah memeriksa Latheef pada 2014 dan kemungkinan besar dia pernah bepergian ke Suriah.

Baca juga: Inilah Identitas Para Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka di Minggu Paskah

Sementara para pengebom tiga gereja sudah diidentifikasi yaitu Ahmed Muaz, Mohamed Hashtun, dn Mohamed Nasser Mohamed Asad.

Ketiga pria ini, menurut tokoh Muslim setempat, kurang dikenal di komunitas mereka masing-masing.

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.