Bolos Sekolah, Ribuan Pelajar Australia Unjuk Rasa soal Perubahan Iklim

Kompas.com - 03/05/2019, 15:35 WIB
Ratusan murid sekolah melakukan unjuk rasa di ibu kota Australia Barat, Perth. (ABC News/David Weber) Ratusan murid sekolah melakukan unjuk rasa di ibu kota Australia Barat, Perth. (ABC News/David Weber)

SYDNEY, KOMPAS.com - Di Australia, ribuan murid sekolah menengah kembali bolos sekolah utuk melakukan unjuk rasa mengenai perubahan iklim.

Ada sekitar 70 unjuk rasa berlangsung di seluruh Australia, dengan ratusan murid mendatangi kantor Perdana Menteri Scott Morrison di Cronulla, Sydney.

Salah satu yang hadir di sana adalah Stella Brazier berusia 14 tahun. Dia menangis ketika ditanya mengapa datang untuk unjuk rasa.

Baca juga: Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Warga Alaska Mengeluh Suhu Sangat Panas


"Saya begitu sedih karena saya tidak tahu apakah para politisi ini akan berbuat sesuatu," katanya.

"Apa yang akan terjadi dengan manusia di planet ini, apa yang akan terjadi dengan seluruh dunia?" ujarnya.

Kantor mantan perdana menteri Australia Tony Abbott di Warringah, Sydney, juga menjadi sasaran unjuk rasa.

Murid datang membawa slogan bertuliskan "penyangkalan bukanlah sebuah kebijakan dan "apa yang kami perjuangkan adalah tempat kami berpijak sekarang".

Remaja usia 15 tahun Keish Davis mengatakan keluarganya mendukung keputusannya untuk tidak sekolah hari ini agar bisa melakukan protes.

"Kami akan berada di sekolah bila para politisi melakukan tugas mereka." katanya.

"Saya tidak merasa Perdana Menteri Australia sudah melakukan kerja yang baik untuk memastikan masa depan saya, dan masa depan seluruh generasi yang akan datang," ujarnya.

Masa terbanyak di Melbourne

Sementara itu, kebanyakan pembicara dalam unjuk rasa di beberapa ibu kota negara bagian menentang pertambangan batu bar Adani di Queensland tengah.

Mereka mendesak Australia meningkatkan produksi energi terbarukan.

Di Melbourne, salah satu jalan utama di pusat kota Exhibition Street ditutup dan pintu kantor Partai Liberal ditutup ketika sekitar 1.000 murid sekolah mendatangi tempat tersebut.

Emma Demarchi, remaja usia 17 tahun, mengatakan unjuk rasa ini menunjukkan bagaimana cara pemerintah mendekati generasi muda.

Baca juga: Hewan Ternak Liar Mati Mendadak, Diduga akibat Perubahan Iklim

"Ini menunjukkan kepada kami bagaimana pemerintah begitu takutnya dengan kekuatan anak-anak muda," kata Demarchi.

"Menutup jalan dan menutup pintu kantor di tengah proses damai oleh para murid bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan oleh Partai Liberal," imbuhnya.

Di Perth, sekitar 300 murid sekolah melakukan unjuk rasa di pusat kota, sementara di Adelaide sekitar 100 anak-anak sekolah melakukan hal yang sama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X