Kim Jong Un Disebut Eksekusi 4 Pejabat yang Bocorkan Informasi ke AS

Kompas.com - 25/04/2019, 08:21 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019). AFP/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan memerintahkan eksekusi oleh regu tembak terhadap empat pejabat kementerian luar negeri.

Diwartakan Daily Mail, Rabu (24/4/2019), mereka diklaim telah menjual informasi ke AS sebelum pertemuan yang gagal antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un di Vietnam.

Kim Jong Un disebut menyalahkan kegagalan KTT dengan Trump di Hanoi akibat informasi yang bocor.

Baca juga: Trump Wacanakan Pertemuan Ketiga dengan Kim Jong Un

Satu dari empat pejabat tersebut telah ditembak mati di Pyonyang pada awal bulan ini.

Laporan media setempat menyebutkan, eksekusi mati terhadap para pejabat itu disaksikan oleh anggota Partai Buruh Korea (WPK) dan Tentara Rakyat Korea.

Berita soal eksekusi mati itu menyebar setelah pejabat bidang perdagangan Jepang baru kembali dari Korea Utara.

Selain itu, media Korea Utara juga melaporkan adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, dikabarkan telah diturunkan jabatannya setelah KTT Hanoi.

Penasihat utama Kim Jong Un dan negosiator kunci mengenai denuklirisasi juga telah dicopot dari jabatannya awal bulan ini.

Sebelum membuat sejumlah keputusan itu, Kim dilaporkan berkunjung ke tempat kelahiran ayahnya, Kim Jong Il, pada awal bulan ini.

Lokasi yang berdekatan dengan Gunung Paekdu ini merupakan tempatnya untuk merenungkan manuver politik penting.

Baca juga: Kim Jong Un: Saya Datang ke Rusia dengan Perasaan Seluruh Rakyat Saya

Pada bulan lalu, media pemerintah Korea Utara untuk pertama kalinya akhirnya mengakui kegagalan pertemuan antara Kim Jong Un dan Trump di Hanoi.

"Rakyat di dalam dan di luar negeri... merasa menyesal, menyalahkan AS atas pertemuan yang berakhir tanpa kesepakatan," tulis sebuah editorial yang diterbitkan KCNA.

Korea Utara meminta AS untuk mencabut sanksi yang berdampak bagi kehidupan dan perekonomian rakyatnya sebelum melakukan denuklirisasi penuh.



Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X