Terlambat Sarapan, Pria Ini Lolos dari Ledakan Bom Sri Lanka

Kompas.com - 22/04/2019, 11:35 WIB
Kieran Arasaratnam, salah satu saksi mata yang menjadi korban selamat dalam peristiwa ledakan bom di Sri Lanka Minggu (21/4/2019).Imperial College via Daily Mirror Kieran Arasaratnam, salah satu saksi mata yang menjadi korban selamat dalam peristiwa ledakan bom di Sri Lanka Minggu (21/4/2019).

COLOMBO, KOMPAS.com - Jika saja Kieran Arasaratnam tidak kembali ke kamarnya, dia bakal menjadi salah satu korban tewas ledakan bom yang terjadi di Sri Lanka Minggu (21/4/2019).

Arasaratnam, seorang profesor di Imperial College London Business School, tengah menginap di Hotel Shangri-La yang menjadi salah satu lokasi serangan.

Kepada BBC dan Daily Mirror, Arasaratnam mengungkapkan dia kembali ke Sri Lanka sejak terakhir kali dia bertolak ke Inggris dengan status pengungsi 30 tahun silam.

Baca juga: Siapa Itu National Thowheeth Jamaath yang Disebut dalam Ledakan Bom Sri Lanka?

Dia kembali demi membantu peluncuran sebuah lembaga sosial setempat. Arasaratnam mengaku dia tengah berada di kamar ketika mendengar suara seperti "guntur".

Arasaratnam mengatakan dia bakal terkena ledakan jika saja memutuskan menunda sarapan dan kembali ke kamar karena ada barangnya yang saat itu tertinggal.

Profesor berusia 41 tahun itu awalnya meninggalkan kamar sekitar pukul 08.45 dan turun untuk sarapan. "Namun, sesuatu mengganjal di pikiran saya," ucapnya.

Ternyata, dia lupa mengambil kartu debitnya. Jadi, dia kembali ke kamar untuk mengambil dompetnya, membuka gorden, dan membalikkan tanda "Jangan Diganggu".

Saat itulah dia mendengar suara ledakan yang keras. Arasaratnam bergegas turun ke bawah melalui tangga darurat ketika mencium "bau darah di mana-mana".

"Segalanya sangat kacau. Semua orang berada dalam mode panik. Saya melihat ke kamar yang berada di sebelah kanan dan melihat ada darah di segala tempat," ungkapnya.

Arasaratnam berkata dia melihat ada orang yang membutuhkan perawatan karena mengalami luka parah, dan memperhatikan tamu lain mencari keluarga merka yang hilang.

"Sangat menyedihkan melihat anak-anak berlumuran darah. Saya meninggalkan Sri Lanka dengan status pengungsi 30 tahun silam. Saya tak menyangka bakal kembali melihatnya," terang dia.

Ledakan bom yang terjadi di delapan tempat seantero negara Asia Selatan tersebut telah membunuh 290 orang dengan lebih dari 500 orang dikabarkan terluka.

Juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera menyatakan saat ini penegak hukum telah menangkap 24 orang yang berhubungan dengan insiden ledakan itu.

Baca juga: Pasca-teror Bom, Sri Lanka Blokir Facebook, WhatsApp, dan Instagram

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X