India Tembak Satelit Pakai Rudal, Serpihannya Ancam Stasiun Luar Angkasa Internasional

Kompas.com - 02/04/2019, 16:53 WIB
Sampah angkasa. ShutterstockSampah angkasa.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Aksi India yang menembak sebuah satelit menggunakan rudal telah menghasilkan sampah luar angkasa yang membahayakan misi Satelit Luar Angkasa Internasional (ISS).

Pemimpin Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS atau NASA, Jim Bridenstine, mengatakan, aksi penghancuran satelit oleh India itu telah menghasilkan sekitar 400 keping puing orbital.

Kepingan sampah luar angkasa itu disebut telah meningkatkan risiko bahaya yang dihadapi para astronot di ISS.

Menurut Bridenstine, sebagian puing akibat ledakan satelit yang ditembak rudal India pada Rabu (27/3/2019) lalu telah dapat dilacak oleh NASA.

Baca juga: Bikin Sampah Angkasa, Aksi India Tembak Satelit Pakai Misil Dikritik

"Namun tidak semua bagian puing satelit cukup besar untuk dilacak. Apa yang kami lacak sekarang hanya puing yang cukup besar, sekitar 10 sentimeter atau lebih."

"Sekitar 60 kepingan puing satelit itu kini telah dapat dilacak," kata Bridenstine, di hadapan para pegawai NASA, pada Senin (1/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disampaikan Bridenstine, satelit yang dihancurkan rudal India berada pada ketinggian yang relatif lebih dekat dengan bumi dibandingkan ISS maupun sebagian besar satelit yang mengorbit di luar bumi.

"Tapi ada sekitar 24 keping yang ada di atas puncak ISS," kata Bridenstine, dikutip AFP.

"Itu adalah hal yang mengerikan. Adalah hal yang mengerikan menciptakan sebuah peristiwa yang membuat puing-puing hingga melampaui puncak Stasiun Luar Angkasa Internasional," lanjutnya.

"Tindakan semacam ini tidak kompatibel dengan masa depan penerbangan luar angkasa umat manusia."

"Hal ini tidak bisa diterima dan NASA harus sangat jelas tentang dampaknya bagi kita," kata Bridenstine.

Dilansir AFP, militer AS telah melacak objek-objek di luar angkasa untuk memprediksi risiko terjadinya tabrakan dengan ISS maupun satelit lainnya yang mengorbit bumi.

Saat ini disebut sudah mencapai 23.000 objek yang lebih besar dari 10 sentimeter di luar angkasa yang telah dilacak. Jumlah itu termasuk 10.000 puiing yang 3.000 di antaranya tercipta dalam uji anti-satelit China pada 2007 lalu, yang membidik satelit di ketinggian 853 kilometer.

Baca juga: Uji Coba Rudal, India Tembak Jatuh Satelit di Angkasa

"Sebagai hasil dari tes rudal India, risiko terjadinya tabrakan antara puing dengan ISS telah meningkat hingga 44 persen selama 10 hari," kata Bridenstine.

"Tetapi risiko itu akan berangsur menurun dan banyak puing yang akan hilang terbakar saat memasuki atmosfer bumi," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.