Jurnalis Pengkritik Duterte Kembali Menghadapi Tuntutan Hukum Baru

Kompas.com - 27/03/2019, 23:09 WIB
Jurnalis situs berita Rappler, Maria Ressa yang dikenal kerap mengkritik kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP/NOEL CELISJurnalis situs berita Rappler, Maria Ressa yang dikenal kerap mengkritik kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Otoritas Filipina pada Rabu (27/3/2019) telah kembali mengajukan tuntutan terhadap seorang jurnalis veteran sekaligus pengkritik presiden, Maria Ressa.

Pengajuan tuntutan itu dilakukan sekitar enam pekan sejak dilakukannya penahanan selama semalam terhadap jurnalis media online Rappler tersebut.

Maria Ressa, yang juga menjabat sekali kepala eksekutif dan editor dari situs Rappler, telah kerap melaporkan tentang kebijakan perang anti-narkoba yang dilancarkan Presiden Rodrigo Duterte dan disebut telah merengut ribuan nyawa dan dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ressa menuduh pemerintahan Duterte telah mencoba mengajukan tuntutan kepadanya, termasuk dalam kasus dugaan penggelapan pajak dan pencemaran nama baik, untuk membungkam kritikan terhadapnya dan mengintimidasi pers.


Baca juga: Jurnalis Pengkritik Duterte Dibebaskan dengan Jaminan

Namun Ressa bersikeras bahwa situsnya bukan anti-Duterte dan hanya menjalankan tugasnya untuk meminta pertanggungjawaban dari pemerintah.

Jurnalis senior itu, bersama enam anggota ataupun mantan dewan dan editor dari Rappler, telah dituduh melakukan pelanggaran keamanan.

Dilansir AFP, Ressa saat ini tidak sedang berada di Filipina, sementara enam orang lainnya dikenakan biaya jaminan pada Rabu (27/3/2019).

Ressa dan keenam orang tersebut telah dituduh mengizinkan pihak asing, melalui penjualan obligasi pada 2015, untuk mengendalikan bisnis medianya.

Di bawah undang-undang yang berlaku di Filipina, media termasuk dalam ke dalam sektor ekonomi yang ditujukan untuk warga Filipina dan dikendalikan oleh entitas Filipina.

Tujuh orang tersebut juga dituduh telah melakukan penipuan keamanan atas penjualan obligasi sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh jaksa penuntut kepada media itu.

Dalam pernyataan itu disebutkan, pembeli dan dana asing telah dimungkinkan untuk campur tangan dalam manajemen, operasi, administrasi, hingga mengendalikan perusahaan media itu.

Regulator perusahaan negara sempat mencabut izin usaha dari Rappler pada tahun lalu atas penjualan obligasi mereka, namun situs itu masih terus beroperasi setelah mengajukan banding ke pengadilan.

Baca juga: Kerap Kritik Duterte, Seorang Jurnalis Filipina Ditangkap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X