Kompas.com - 27/03/2019, 13:33 WIB
Orang-orang mengungsi dan tertahan di atap bangunan yang dikelilingi oleh banjir, di daerah yang terdampak topan Idai di Beira, Mozambik, Senin (18/3/2019). Ratusan orang tewas dan lainnya hilang di Mozambik dan Zimbabwe setelah topan Idai membawa serta banjir bandang dan angin kencang, 17 Maret lalu. AFP/MISSION AVIATION FELLOWSHIP/Orang-orang mengungsi dan tertahan di atap bangunan yang dikelilingi oleh banjir, di daerah yang terdampak topan Idai di Beira, Mozambik, Senin (18/3/2019). Ratusan orang tewas dan lainnya hilang di Mozambik dan Zimbabwe setelah topan Idai membawa serta banjir bandang dan angin kencang, 17 Maret lalu.

BEIRA, KOMPAS.com - Belum pulih usai diterjang angin Topan Idai, warga Mozambik kini terancam bencana kedua, yakni kolera dan penyakit lainnya.

Sekitar 1,8 juta orang di Mozambik kini membutuhkan bantuan usai terjangan Topan Idai, dengan PBB mengatakan telah mengajukan permohonan darurat sebesar 282 juta dollar untuk bantuan hingga tiga bulan ke depan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyampaikan, topan yang menewaskan hingga setidaknya 761 orang di Mozambik, Zimbabwe, dan Malawi itu sebagai salah satu bencana terburuk terkait cuaca dalam sejarah Afrika.

Dia juga mengangkat ancaman bahaya kelaparan dengan mengatakan badai telah menghancurkan lahan pertanian yang siap panen.

Baca juga: Ratusan Ribu Orang di Mozambik dan Zimbabwe Menunggu Diselamatkan

Jumlah korban tewas masih sangat mungkin bertambah saat banjir surut dan genangan air mengering.

Petugas tanggap darurat kini berlomba dengan waktu untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit mematikan seperti kolera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut pihak berwenang penyebaran penyakit mungkin terjadi karena lebih dari seperempat juta orang di lokasi pengungsian bertahan hidup dengan sedikit atau bahkan tanpa air bersih dan sanitasi karena banyak sumur telah terkontaminasi akibat banjir.

WHO mengatakan risiko lonjakan kasus malaria di Mozambik, dengan nyamuk pembawa penyakit tersebut berkembang biak di permukaan air.

Badan kesehatan PBB itu mengatakan sebanyak 900.000 vaksin kolera diharapkan dapat tiba di lokasi terdampak bencana pada akhir pekan ini.

Kolera dapat disebabkan oleh makanan maupun air minum yang telah terkontaminasi dan dapat membunuh dalam hitungan jam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.