Kompas.com - 18/03/2019, 18:55 WIB
Ratu Mary I dari Tudor. (History) Ratu Mary I dari Tudor. (History)

Tidak dikaruniai anak dan dilanda kesedihan pada 1558, Mary mengalami sejumlah kehamilan "palsu", yang kemungkinan adalah kanker rahim.

Dia meninggal di Istana St James di London pada 17 November 1558 dan dimakamkan di Westminster Abbey.

Saudara tirinya meneruskan takhtanya sebagai Ratu Elizabeth I pada 1559.

Temuan sejarawan

Sejarawan selama ini menyoroti aspek negatif dari pemerintaha Mary I selama lima tahun.

Mereka melabelinya sebagai sosok yang fanatik terhadap agama dan kegagalan dalam militer. Namun dalam beberapa tahun terakhir, dia mendapat penilaian kembali.

Sejarawan Anna Whitelock kepada BBC menyatakan, pemerintahan Mary telah mengubah banyak aturan perang, termasuk politik.

Mary I juga merestrukturisasi ekonomi, mengatur kembali milisi, dan membangun kembali angkatan laut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Skala pencapaian Mary sering diabaikan. Mary memimpin satu-satunya pemberontakan yang berhasil melawan pemerintah pusat di Inggris pada abad ke-16," kata Whitelock.

"Dia menghindari penangkapan, memobilisasi kudeta balasan, dan pada saat krisis, dia berani, tegas, dan mahir secara politik," imbuhnya.

Mary dikenang karena kegagalannya mempertahankan Calais. Namun sebelumnya, dia mampu membuat pasukan Inggris dan Spanyol melakukan penangkapan Saint-Quentin, yang menewaskan 3.000 orang dan menahan 7.000 orang ditangkap.

Di antara mereka yang ditangkap adalah komandan Anne de Montmorency, negarawan sekaligus diplomat Perancis.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Claudia Johnson, Lady Bird di Gedung Putih

Terkait pembantaian, eksekusinya menjadikan dirinya dikenang sebagai Bloody Mary.

Padahal, ayahnya, Henry VII, juga pernah mengeksekusi 81 orang karena dianggap sesat. Begitu pula dengan saudara tirinya, Ratu Elizabeth I.

Orang Eropa modern menilai mereka yang dianggap sesat sebagai "infeksi" pada badan politik sehingga harus dihancurkan agar tidak meracuni masyarakat.

Sebagian besar dari mereka dibakar dan abunya dibuang ke sungai. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.