Semua Pesawat Boeing 737 MAX di AS "Dikandangkan" sampai Mei 2019

Kompas.com - 15/03/2019, 11:12 WIB
Pesawat American Airlines. AFP / JOE RAEDLEPesawat American Airlines.

WASHINGTON, KOMPAS.com — Regulator penerbangan sipil AS, FAA, menyatakan semua pesawat 737 MAX 8 dan 9 akan "dikandangkan" sampai setidaknya Mei 2019.

FAA menyebutkan, pesawat tipe itu tidak akan beroperasi sampai pembaruan perangkat lunak bisa diuji dan dipasang.

Diwartakan BBC, Jumat (15/3/2019), FAA sebelumnya mengatakan perbaikan perangkat lunak untuk pesawat 737 MAX telah dikerjakan sejak kecelakaan Lion Air dan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan.

Baca juga: Boeing Tunda Pengiriman Pesawat 737 Max ke Berbagai Maskapai

Anggota DPR AS, Rick Larsen, mengatakan, pembaruan perangkat lunak akan memakan waktu beberapa pekan.

Dia juga mengatakan, pemasangan perangkat lunak di semua pesawat akan memakan waktu setidaknya hingga April 2019.

Selain pesawat MAX yang beroperasi, ada sekitar 5.000 pesawat lain yang telah dipesan oleh sejumlah maskapai di seluruh dunia.

Boeing pada Kamis (14/3/2019) menyatakan, menghentikan semua pengiriman pesawat 737 MAX.

Meski demikian, Boeing tetap terus memproduksi 737 MAX sambil memantau perkembangan penyelidikan insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Garuda Indonesia menyatakan, ada kemungkinan akan membatalkan pesanan 20 jet MAX, tetapi masih menunggu apa yang bakal dilakukan FAA.

Sementara itu, Biro Penyelidikan dan Analisis untuk Keselamatan Penerbangan Sipil Perancis (BEA) telah memperoleh kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh pada Minggu (10/3/2019).

Kemungkinan kesamaan di antara dua kecelakaan itu, termasuk soal sistem anti-stall pesawat, telah mengejutkan industri penerbangan.

"Pertama, kami akan mencoba membaca data," kata juru bicara BEA.

Baca juga: Trump Berharap Pesawat Boeing 737 Max Bisa Segera Kembali Terbang

Namun, ada pula laporan soal ada pergolakan soal otoritas keselamatan penerbangan yang akan memimpin pemeriksaan kotak hitam.

Jerman pada awalnya dilaporkan telah diminta untuk melakukan analisis karena Ethiopian Airlines tidak senang dengan cara BEA dalam menyelidiki kecelakaan di Lebanon pada 2010.

Sementara, Inggris dan AS sama-sama memiliki agen investigasi kecelakaan yang sangat dihormati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X