Dua Kecelakaan Picu Pertanyaan soal Catatan Keselamatan Boeing 737 Max 8

Kompas.com - 11/03/2019, 07:22 WIB
Boeing 737 MAX 8 Ethiopian AirlinesIstimewa Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Untuk kali kedua dalam kurang dari enam bulan, pesawat Boeing 737 Max 8 jatuh selang beberapa menit setelah lepas landas dan menewaskan semua penumpang.

Lalu, timbul pertanyaan baru tentang keamanan model pesawat yang dianggap penting bagi rencana masa depan perusahaan raksasa AS tersebut.

Diwartakan AFP, pesawat 737 Max 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh sehingga menewaskan 157 penumpang dan 8 kru.

Pesawat itu sama dengan Lion Air yang jatuh pada Oktober 2018 dan merenggut 189 nyawa.


Baca juga: Ethiopian Airlines Jatuh, Jenis Pesawatnya Sama dengan Lion Air JT 610

Sejauh ini, hanya data penerbangan dan percakapan kokpit yang tersedia dalam dua kotak hitam pesawat yang dapat menyajikan bukti nyata mengenai kemungkinan penyebab kecelakaan, apakah memang masalah teknis, kesalahan pilot, atau kombinasi keduanya.

"Pilot mengalami kesulitan dan ingin kembali ke bandara. Dia sudah diberi izin (untuk balik)," kata CEO Ethiopian Airlines Tweolde GebreMariam.

Pesawat Ethiopian Airlines ET 302 jatuh di kota Bishoftu ketika kondisi cuaca sedang bagus.

Direktur Aerospace & Defense Market Analysis Michel Merluzeau mengatakan, jenis pesawat dan pilot memberi sinyal karena mengalami masalah menjadi kesamaan antara dua insiden yang berbeda.

Kecelakaan Ethiopian Airlines menjadi pukulan besar bagi Boeing, dengan model Max sebagai versi terbaru dari Boeing 737 yang terlaris sepanjang masa.

Boeing 737 Max telah menjadi pesawat dengan penjualan tercepat dalam sejarah Boeing. Lebih dari 4.500 pesawat telah dipesan oleh 100 operator berbeda secara global.

"Max adalah program yang sangat penting bagi Boeing pada dekade berikutnya," ujar Merluzeau.

Baca juga: Dunia Bersatu dalam Duka atas Tragedi Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mendatangi lokasi salah satu pesawatnya jatuh pada Minggu (10/3/2019), di sekitar kota Bishoftu. Sebanyak 149 penumpang dan 8 kru tewas dalam kecelakaan itu. (Twitter/Ethiopian Airlines) CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mendatangi lokasi salah satu pesawatnya jatuh pada Minggu (10/3/2019), di sekitar kota Bishoftu. Sebanyak 149 penumpang dan 8 kru tewas dalam kecelakaan itu. (Twitter/Ethiopian Airlines)
"Ini mewakili 64 persen produksi perusahaan hingga tahun 2032, dan memiliki margin operasional yang signifikan," kata Merluzeau.

"Ini adalah alat penting untuk transportasi dan perdagangan global," ujarnya.

Dia mengatakan 24 jam ke depan menjadi kunci bagi Boeing untuk mengelola krisis dengan menghadapi para pelancong dan investor yang khawatir tentang keandalan pesawatnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X