Buruknya Lalu Lintas Manila Bikin Presiden Duterte Menyerah

Kompas.com - 27/02/2019, 18:46 WIB
Kemacetan lalu lintas di Manila, Filipina. ShutterstockKemacetan lalu lintas di Manila, Filipina.
|

Pemerintah Filipina menyediakan anggaran hingga 180 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.500 triliun untuk modernisasi jalan, rel kereta api, bandara termasuk jaringan kereta bawah tanah yang mulai dibangun pada Rabu (27/2/2019).

Dalam survey yang digelar aplikasi navigasi Waze pada 2015 menunjukkan Manila adalah salah satu kota dengan kemacetan lalu lintas terparah.

Kemacetan ini disebabkan, sebagiannya, oleh angka penjualan mobil yang meningkat tiga kali lipat sejak satu dekade lalu.

Baca juga: Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Di sisi lain, kualitas hidup warga Filipina yang menjadi komuter amat buruk karena harus menghabiskan banyak waktu di jalanan.

Janice Sarad bekerja di kantor utama sebuah bank dan berangkat bekerja empat jam sebelum jam kerja dimulai di Bonifacio Global City, pusat bisnis Manila.

Di hari biasa, Sarad (22) menggunakan kereta api, bus, dan dua jeepney, angkot khas Filipina, untuk sampai di tempat kerjanya.

"Di pagi hari, menjadi komuter terasa amat berat karena adanya tekanan untuk tidak datang terlambat," kata dia.

Warga lainnya, Oliver Emocling (23) menggunakan kereta api untuk berangkat bekerja. Namun, antrean penumpang yang panjang membuatnya kerap terlambat datang.

Alhasil, dia pernah mengalami penundaan gaji sebagai hukuman karena terlalu sering datang terlambat.

"Saya tiba di rumah pukul 22.00. Saya sebenarnya bisa menggunakan lebih banyak waktu itu beristirahat. Namun, waktu saya terbuang di jalanan," ujar Emocling.

Akibat kemacetan lalu lintas ini kerugian bisnis di Manila mencapai 67,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 942 miliar sehari pada 2017.

Angka ini naik dari 2,4 miliar peso atau hampir Rp 650 miliar pada 2012. Demikian hasil penelitian Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA).

Ferdinad Tan (53), seorang konsultan keuangan, mengizinkan karyawannya bekerja du rumah dan memodifikasi mobilnya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Baca juga: Manila Protes Film yang Gambarkan Presiden Filipina Menggoda Menlu AS

Dia mengubah minibusnya menjadi sebua kantor beroda dengan cadangan listrik, komputer, hingga mesin pijat.

"Tak ada yang bisa mengurai masalah ini. Jadi daripada mengeluh, saya berusaha memaksimalkan waktu kerja. Saya menggunakan waktu yang tak produktif menjadi produktif," kata Ferdinand.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Gulf News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Internasional
Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Internasional
Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X