Video Anak Venezuela Mengais Sampah untuk Makan Bikin Maduro Tahan Kru TV AS

Kompas.com - 26/02/2019, 19:45 WIB
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Venezuelan Presidency / AFPPresiden Venezuela, Nicolas Maduro.

CARACAS, KOMPAS.com - Kru televisi Amerika Serikat ( AS) mengungkapkan mengapa Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan penahanan terhadap mereka.

Awalnya seperti diberitakan New York Post Senin (25/2/2019), kru Univision Noticias yang dipimpin Jorge Ramos melakukan wawancara dengan Maduro secara lancar.

Baca juga: Akibat Pertanyaan saat Wawancara Maduro, Kru Televisi AS Ditahan Lebih dari 2 Jam

Dalam wawancara pukul 19.00 di Istana Miraflores, Maduro mulai tidak suka ketika Ramos menyinggung krisis kemanusiaan hingga penyiksaan lawan politik.

Namun, adalah rekaman di ponselnya Ramos yang membuat Maduro menyudahi wawancara, dan membuat kru TV berjumlah enam orang itu ditahan.

Rekaman yang ditunjukkan Ramos memperlihatkan anak-anak berusaha mencari makanan dengan mengais-ngais di truk sampah dekat istana.

Ramos lalu bertanya apakah Maduro merupakan presiden atau diktator karena jutaan rakyat Venezuela tidak mengakuinya.

"Dia berusaha menghalangi video itu dengan tangannya sebelum berdiri dan meninggalkan ruangan," ucap Ramos yang menambahkan, seorang menteri kemudian datang.

Menteri itu berkata pertanyaan yang diajukan tak mendapat izin, dan membawa Ramos beserta lima kru lainnya ke sebuah ruangan gelap.

Di sana selama hampir tiga jam, kru Univision diinterogasi sebelum dilepas. Seluruh peralatan termasuk kamera berisi wawancara disita.

"Insiden ini dalah pelanggaran total terhadap kebebasan berpendapat," keluh Ramos setelah dia dan timnya kembali ke hotel.

Dia menuturkan pemerintahan Maduro sudah merampok mereka dan berharap peralatan mereka dikembalikan sebelum dideportasi ke Miami.

Kementerian Luar Negeri AS dikutip AFP menyatakan mereka sudah mengetahui insiden penahanan kru Univision karena diperintahkan Maduro.

"Kami menginginkan mereka harus dilepaskan secepat mungkin. Seluruh dunia memperhatikan Anda," tegas Kemenlu AS di Twitter.

Baca juga: Maduro: AS Ingin Memulai Perang di Amerika Selatan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X