Kakak Beradik yang Bersembunyi di Hong Kong Ini Takut Bakal Dibunuh jika Kembali ke Saudi

Kompas.com - 23/02/2019, 18:22 WIB
Rawan (baju kuning) dan Reem pada 22 Februari 2019. Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun ini mengaku kabur dari siksaan keluarganya di Arab Saudi, dan kini bersembunyi di Hong Kong. AFP/ANTHONY WALLACERawan (baju kuning) dan Reem pada 22 Februari 2019. Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun ini mengaku kabur dari siksaan keluarganya di Arab Saudi, dan kini bersembunyi di Hong Kong.

HONG KONG, KOMPAS.com - Sudah hampir enam bulan ini Reem dan Rawan (bukan nama sebenarnya) kabur dari keluarga mereka di Arab Saudi.

Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun itu sudah berpindah tempat hingga 13 kali mulai dari hotel, hostel, bahkan pernah tidur di kapal.

Usaha itu mereka lakukan untuk mencegah deportasi dan ancaman bakal kembali bertemu keluarga jika mereka kembali ke Saudi.

Baca juga: Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dilansir AFP Sabtu (23/2/2019), penyiksaan yang diterima baik dari ayah maupun saudara membuat Reem dan Rawan kabur dari Saudi.

Reem membuka kisah keduanya dengan menceritakan ayah mereka sering memukuli mereka saat masih kecil, dan kakak mereka saat mulai beranjak dewasa.

Dia mengungkapkan mereka disiksa hanya karena kesalahan seperti bangun telat untuk salat. Ayahnya tidak berusaha mencegah saat kakaknya memukuli mereka.

"Ayah berpikir itu adalah cara yang bagus supaya mereka menjadi pria sejati ketika mulai memukuli kami," keluh Reem.

Bahkan, adiknya yang baru berumur 10 tahun ikut-ikutan mengawasi cara mereka berpakaian. Bahkan memarahi saat mereka ketahuan berada di luar tanpa niqab.

Dia mengatakan adiknya itu mempelajarinya setelah melihat ayah serta kakaknya. "Dia pasti berpikir itu cara baik menangani perempuan," tuturnya.

Mereka sudah berencana untuk kabur sejak dua tahun lalu di saat Rawan mencapai usia 18 tahun, sehingga dia bisa mengajukan visa ke Australia.

Peluang pun datang September 2018 tatkala keluarga mereka memutuskan untuk berlibur ke Sri Lanka. Saat orangtua mereka tidur, Rawan dan Reem mengambil paspor mereka.

Keduanya pun segera bergegas ke bandara dan mengambil penerbangan dari Colombo ke Hong Kong. Namun rintangan mulai menghadang setelah mereka tiba.

Di Hong Kong, mereka ditemui oleh sejumlah orang tak dikenal, dengan salah satunya membujuk mereka supaya bersedia kembali ke Riyadh.

Orang-orang itu mengatakan penerbangan mereka menuju Melbourne telah dibatalkan, dan diketahui mereka berasal dari Konsulat Saudi di Hong Kong.

Baca juga: Puluhan Perempuan Saudi Diduga Minta Suaka di Australia

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X