Kakak Beradik yang Bersembunyi di Hong Kong Ini Takut Bakal Dibunuh jika Kembali ke Saudi

Kompas.com - 23/02/2019, 18:22 WIB
Rawan (baju kuning) dan Reem pada 22 Februari 2019. Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun ini mengaku kabur dari siksaan keluarganya di Arab Saudi, dan kini bersembunyi di Hong Kong. AFP/ANTHONY WALLACERawan (baju kuning) dan Reem pada 22 Februari 2019. Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun ini mengaku kabur dari siksaan keluarganya di Arab Saudi, dan kini bersembunyi di Hong Kong.

Kakak beradik itu menduga, orangtua mereka melacak menggunakan Absher. Sebuah aplikasi dari pemerintah Saudi untuk mengetahui kegiatan kerabat perempuan.

Mereka mencurigai ayahnya melacak melalui nomor paspor yang tertera di aplikasi sehingga bisa melihat nomor penerbangannya.

Selain itu, keberadaan pejabat konsulat diduga berasal dari si paman yang mempunyai koneksi dengan pemerintahan.

Baca juga: Gadis 18 Tahun yang Kabur dari Arab Saudi Diberi Suaka oleh Kanada

Takut mereka bakal "diculik", keduanya memutuskan untuk memasuki Hong Kong sebagai wisatawan, dan terus bersembunyi hingga saat ini.

Keduanya berkata sudah diberi tahu pengacara bahwa paspor mereka sudah disita sejak November 2018, membuat statusnya menjadi stateless atau tanpa negara.

Reem dan Rawan menyatakan mereka sangat takut jika kembali ke Saudi, mereka terancam menghadapi kemurkaan keluarganya.

"Entah kami bakal dibunuh karena dianggap mencemarkan keluarga ataukah kami bakal dinikahkan secara paksa," tutur Reem.

Selain itu karena mengaku sudah meninggalkan Islam, mereka mengaku khawatir bakal dijatuhi dengan hukuman mati oleh Saudi.

Michael Vidler, pengacara kakak beradik itu menjelaskan Hong Kong bakal menoleransi keduanya setidaknya hingga 28 Februari mendatang.

Setelah itu mereka terancam menghadapi deportasi. Karena itu, mereka berharap bisa memperoleh status suaka di negara lain.

Kepada AFP, keduanya mengaku harus hidup dengan rasa cemas dan pola makan yang buruk karena berbekal mie instan serta roti panggang.

Dia mengutarakan harapannya untuk hidup bebas dan mempunyai hobi karena selama di Saudi, dia mengaku selalu dikurung di dalam rumah.

"Kami tidak mempunyai banyak teman atau aktivitas luar ruangan. Jadi, saya ingin melakukan apa yang saya sukai jika bebas," terangnya.

Kasus Reem dan Rawan berlangsung sebulan setelah remaja 18 tahun bernama Rahaf Mohammed al-Qunun secara dramatis kabur dari keluarganya dan kini mengungsi di Kanada.

Baca juga: Gadis yang Kabur dan Cari Suaka Disebut sebagai Putri Gubernur di Saudi

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X