Pemimpin Oposisi Venezuela Berupaya Pulihkan Hubungan dengan Israel

Kompas.com - 12/02/2019, 18:37 WIB
Ketua Dewan Nasional Venezuela yang juga pemimpin oposisi Juan Guaido berpidato kepada pendukungnya setelah mendeklarasikan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari 2019. AFP/FEDERICO PARRAKetua Dewan Nasional Venezuela yang juga pemimpin oposisi Juan Guaido berpidato kepada pendukungnya setelah mendeklarasikan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari 2019.

CARACAS, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mengaku sedang berupaya untuk memulihkan hubungan dengan Israel.

Diwartakan The Jerusalem Post, Selasa (12/2/2019), hubungan Venezuela dengan Israel putus pada satu dekade lalu sebagai bentuk solidaritas terhadap Palsetina.

"Saya sangat bahagia untuk melaporkan soal proses penstabilan dengan Israel sedang mencapai puncaknya," katanya kepada harian Israel Hayom.

Baca juga: Krisis Venezuela, Utusan Pemimpin Oposisi Bertemu Pejabat Vatikan

Dia menambahkan, pengumuman resmi tentang relasi yang sudah pulih dan membuka Kedutaan Besar Venezuela di Israel akan datang pada waktu yang tepat.

"Masyarakat (Yahudi) yang sangat aktif dan sejahtera, telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat kita," ucap Guaido.

Pendahulu Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Hugo Chaves, membina hubungan dekat dengan Palestina serta musuh besar Israel, Iran.

Ketua Majelis Nasional Venezuela itu sebelumnya telah mengukuhkan diri sebagai presiden sementara negara tersebut.

Sebuah hal yang didukung oleh Amerika Serikat, Kanada, sebagian negara Amerika Latin, dan Eropa.

Selain itu, Israel juga secara resmi mengakui pemerintahan sementara oleh Guaido.

"Israel bergabung dengan AS, Kanada, mayoritas negara Amerika Latin dan negara di Eropa yang mengakui kepemimpinan baru di Venezuela," kicau Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Twitter.

Baca juga: Demi Bertahan Hidup, Wanita Venezuela Terpaksa Jadi PSK di Kolombia

Pemilu 2018 yang memenangkan Maduro dikecam sebagian besar negara di dunia, dengan menyebutnya sebagai penipuan.

Di sisi lain, langkah Guaido mendapat kecaman dari pemerintahan Maduro, meski protes di dalam negeri terus berlangsung selama bertahun-tahun akibat krisis yang dipicu jatuhnya harga minyak dan kesalahan manajemen pemerintah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X