Kompas.com - 12/02/2019, 18:37 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mengaku sedang berupaya untuk memulihkan hubungan dengan Israel.

Diwartakan The Jerusalem Post, Selasa (12/2/2019), hubungan Venezuela dengan Israel putus pada satu dekade lalu sebagai bentuk solidaritas terhadap Palsetina.

"Saya sangat bahagia untuk melaporkan soal proses penstabilan dengan Israel sedang mencapai puncaknya," katanya kepada harian Israel Hayom.

Baca juga: Krisis Venezuela, Utusan Pemimpin Oposisi Bertemu Pejabat Vatikan

Dia menambahkan, pengumuman resmi tentang relasi yang sudah pulih dan membuka Kedutaan Besar Venezuela di Israel akan datang pada waktu yang tepat.

"Masyarakat (Yahudi) yang sangat aktif dan sejahtera, telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat kita," ucap Guaido.

Pendahulu Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Hugo Chaves, membina hubungan dekat dengan Palestina serta musuh besar Israel, Iran.

Ketua Majelis Nasional Venezuela itu sebelumnya telah mengukuhkan diri sebagai presiden sementara negara tersebut.

Sebuah hal yang didukung oleh Amerika Serikat, Kanada, sebagian negara Amerika Latin, dan Eropa.

Selain itu, Israel juga secara resmi mengakui pemerintahan sementara oleh Guaido.

"Israel bergabung dengan AS, Kanada, mayoritas negara Amerika Latin dan negara di Eropa yang mengakui kepemimpinan baru di Venezuela," kicau Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Twitter.

Baca juga: Demi Bertahan Hidup, Wanita Venezuela Terpaksa Jadi PSK di Kolombia

Pemilu 2018 yang memenangkan Maduro dikecam sebagian besar negara di dunia, dengan menyebutnya sebagai penipuan.

Di sisi lain, langkah Guaido mendapat kecaman dari pemerintahan Maduro, meski protes di dalam negeri terus berlangsung selama bertahun-tahun akibat krisis yang dipicu jatuhnya harga minyak dan kesalahan manajemen pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.