Kebun Binatang London Ungkap Momen Saat-saat Melati Diterkam Pejantan

Kompas.com - 12/02/2019, 14:52 WIB
Melati, harimau Sumatra betina yang mati diterkam sang pejantan. (Twitter/ZSL London Zoo) Melati, harimau Sumatra betina yang mati diterkam sang pejantan. (Twitter/ZSL London Zoo)

LONDON, KOMPAS.com - Staf dan pengunjung Kebun Binatang London mengalami kesedihan mendalam atas kematian seeekor harimau Sumatra bernama Melati pada Jumat lalu.

Melati mati oleh pejantannya, Asim, yang baru didatangkan ke kebun binatang pada bulan lalu.

Rencananya, Melati akan dikawinkan dengan Asim. Namun pada momen "kencan pertama", betina itu justru diserang.

Baca juga: Dicomblangin, Harimau Sumatera di London Justru Dibunuh Calon Pasangan

Kepala Operasional Kebun Binatang London, Kathryn England, akhirnya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di antara kedua kucing besar tersebut.

Diwartakan Daily Mirror, Senin (11/2/2019), Kathryn mengatakan, dua harimau tersebut tinggal dalam dua kandang yang berbeda namun berdekatan.

Dengan begitu, keduanya dapat saling mengenal bau satu sama lain. Namun, ketika staf mengenalkan pasangan itu pada pagi hari, Melati diterkam dan mati dalam hitungan menit.

Kathryn telah mengenal Melati selama 10 tahun, sejak binatang itu bergabung di Kebun Binatang london pada 2013.

Dia menyebut Melati sebagai hewan yang sangat cantik, agung, dan bersemangat.

Sementara itu, Asim berusia 7 tahun dibawa ke Kebun Binatang London dari Denmark, sebagai bagian dari program pengembangbiakan harimau Sumatra.

"Kami mulai hari itu dengan gugup sekaligus bersemangat, ketimbang harimau Sumatra kami yang cantik, Melati, yang memiliki kesempatan untuk menjadi ibu lagi," kata Kathryn.

Awalnya, Asim dan Melati saling mengeluarkan suara, yang dianggap sebagai pertanda baik.

"Keduanya tampak nyaman dan bahkan memilih untuk makan sarapan dalam jarak dekat," ucap Kathryn.

Namun, kemudian segalanya mulai berubah secara tragis sebab harimau merupakan hewan yang teritorial dan agresif. Pejantan sering menunjukkan dominasi.

"Dalam sekejap mata, tanpa provokasi yang jelas, mereka saling berpaling dan pengalaman kami selama bertahun-tahun memberi tahu kami bahwa itu tidak normal," katanya.

Baca juga: Terekam Kamera, Pemburu Liar Pukuli Harimau dengan Tangan Kosong

"Perkelahian awal berlangsung beberapa detik dan kami sudah bereaksi. Sayangnya pada saat Asim mundur untuk kedua kalinya dan kami bisa menutup gerbang, Melati terluka parah," katanya.

"Segera setelah aman, dokter hewan kami berlari ke Melati dengan setiap harapan mereka mungkin akan menyelamatkannya," ujarnya.

Namun, nyawa Melati tak dapat ditolong. 


Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional
Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Nasional
Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Regional
Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Internasional

Close Ads X