Miliarder China Bagi-bagi Duit dan Tumpangan Helikopter untuk Warga Kampungnya

Kompas.com - 11/02/2019, 19:26 WIB
Miliarder asal China, Zheng Daqing, membagikan uang tunai yang diikat dengan pita merah kepada penduduk desa di kampung halamannya di Dingziqiao, provinsi Sichuan. (SCMP) Miliarder asal China, Zheng Daqing, membagikan uang tunai yang diikat dengan pita merah kepada penduduk desa di kampung halamannya di Dingziqiao, provinsi Sichuan. (SCMP)

DINGZIQIAO, KOMPAS.com - Ada banyak cara bagi penduduk China untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2019, termasuk berbagi kepada sesama.

Seorang miliarder pimpinan Tiandi Group, Zheng Daqing, memilih untuk balik ke kampung halamannya di Dingziqiao di provinsi Sichuan.

Di wilayah pedesaan kecil, dia membagikan 12 juta yuan atau setara dengan Rp 24,8 miliar dalam bentuk uang tunai, hadiah, dan bahkan tumpangan helikopter.

Pria berusia 60 tahun itu pada pekan lalu menghabiskan beberapa hari bertemu dengan penduduk desa dan memberikan hadiah kepada penduduk lansia.


Baca juga: China Rilis Video Musisi Muslim Uighur yang Dikabarkan Tewas

Wali kota Dingziqiao, Mo Lian, mengatakan Zheng membagikan uang tunai dengan total 9 juta yuan atau Rp 18,6 miliar dan sisanya dalam bentuk hadiah seperti televisi, AS, dan kulkas.

Uang-uang itu tidak cukup untuk dimasukkan ke dalam amplop merah seperti angpao biasanya, sehingga dia memutuskan untuk mengikat duit dengan pita merah.

Karena datang ke desa dengan menggunakan helikopter, Zheng juga memberi kesempatan kepada penduduk untuk merasakan sensasi terbang secara gratis.

"Banyak penduduk lansia di desa tidak pernah naik atau melihat pesawat sebelumnya," ucap Mo.

"Pesawat memang sangat umum, tapi sangat disayangkan mereka belum pernah naik," katanya, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Tumpangan gratis naik helikopter diberikan khusus kepada lansia berusia 60 tahun ke atas. Masing-masing dari mereka harus menjalani pemeriksaan medis sebelum dibawa dengan helikopter.

"Dia kaya, tapi dia tidak pernah melupakan teman di desanya," ucap seorang penduduk, Liu Ying.

"Orang seperti dia sangat jarang untuk masa sekarang," imbuhnya.

Zheng lahir dalam keluarga miskin di Dingziqiao pada 1959. Setelah bersekolah, dia menghabiskan waktu sebagai tentara dan akhirnya pulang ke rumah untuk bekerja menjadi petani.

Baca juga: Turki: Perlakuan China kepada Muslim Uighur Memalukan bagi Kemanusiaan

Pada 1985, dia berupaya mencari peruntungan di Urumqi, Xinjiang. Tiba di kota itu dengan uang seadanya, dia menghabiskan waktunya untuk meraih mimpi.

Pada 1995, dia mendirikan perusahaan yang berkembang di bidang properti, energi, dan sektor lainnya.

10 tahun kemudian, Zheng berada dalam urutan 146 dalam 400 besar orang terkaya di China versi majalah forbes.

Pada 2008, peringkatnya turun menjadi 339, namun dia tidak mempersalahkan itu.



Terkini Lainnya


Close Ads X