Dua Kapal Tanzania Terbakar di Perairan Crimea, 20 Orang Diyakini Tewas

Kompas.com - 22/01/2019, 17:18 WIB
Asap hitam tampak membumbung tinggi dari dua kapal yang terbakar di perairan Crimea di Laut Hitam, Senin (21/1/2019). AFPTVAsap hitam tampak membumbung tinggi dari dua kapal yang terbakar di perairan Crimea di Laut Hitam, Senin (21/1/2019).

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebanyak 20 orang diperkirakan menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran dua kapal di perairan Crimea di Laut Hitam, pada Senin (21/1/2019).

Dua kapal berbendera Tanzania terbakar setelah api muncul saat proses transfer bahan bakar dari satu kapal ke kapal yang lain.

Api yang membesar dan menyebar dengan cepat memaksa kru kapal menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.

Otoritas Rusia mengatakan mereka dapat menyelamatkan 12 orang dan menemukan 10 jenazah kru kapal.

"Masih ada 10 kru lainnya yang dinyatakan hilang, kemungkinan besar tidak mampu menyelamatkan diri," kaya juru bicara Badan Federal Rusia untuk Transportasi Laut dan Sungai, Alexei Kravchenko.

Baca juga: Beri Pesan ke Rusia, Inggris Kirim Kapal Perang ke Ukraina

"Kecil kemungkinan kru yang masih hilang ditemukan dalam keadaan selamat. Ini bukan lagi operasi penyelamatan," tambahnya kepada AFP, Selasa (22/1/2019).

Kravchenko mengatakan, ada tiga awak kapal yang tenggelam setelah melompat ke dalam air tanpa jaket penyelamat. Mereka tenggelam tepat di depan mata tim penyelamat.

Melansir dari AFP, kedua kapal yang bernama Kandy dan Maestro tersebut membawa awak dari India dan Turki. Kapal Kandy membawa 17 kru, sementara kapal Maestro membawa 15 awak kapal.

Akibat bahan bakar yang penuh di kedua kapal, api masih menyala hingga Selasa (22/1/2019) pagi. Demikian disampaikan Kravchenko, menambahkan pihaknya telah berkomunikasi dengan India menyangkut awak kru asal negara itu.

"Kedutaan kami di Moskwa terus berhubungan dengan badan-badan berwenang di Rusia untuk mendapat informasi lebih lanjut tentang warga India yang menjadi korban dalam insiden itu, juga untuk memberi bantuan yang diperlukan," kata kementerian luar negeri India dalam pernyataannya.

Insiden yang terjadi di dekat Selat Kerch, Crimea kembali mengingatkan saat terjadinya ketegangan antara kapal perang Ukraina dengan militer Rusia, pada November lalu.

Hingga kini Rusia masih menahan kru dari tiga kapal angkatan laut Ukraina yang dituduh melanggar perbatasan wilayah mereka di Selat Kerch saat hendak melintasi Laut Hitam menuju Laut Azov.

Baca juga: Ukraina: Keberadaan Militer Rusia di Perbatasan Masih Tinggi



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X