Ukraina: Keberadaan Militer Rusia di Perbatasan Masih Tinggi

Kompas.com - 17/12/2018, 11:12 WIB
Presiden Ukraina Petro Poroshenko. AFP / GENYA SAVILOVPresiden Ukraina Petro Poroshenko.

KIEV, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut pasukan Rusia yang berada di wilayah perbatasan masih banyak.

Pernyataan itu dihembuskan sejak insiden yang terjadi di Selat Kerch, dekat Semenanjung Crimea pada 25 November lalu.

Baca juga: Bantu Ukraina Hadapi Rusia, NATO Siap Pasok Perangkat Komunikasi Canggih

"Bagian terbesar pasukan mereka masih ada di sana. Kurang dari 10 persen yang baru ditarik," kata Poroshenko dilansir AFP Minggu (16/12/2018).

Insiden di Selat Kerch dimulai ketika tiga kapal perang Ukraina, dua kapal artileri ringan dan satu kapal tongkang, ditembaki kapal Rusia, dan menahan 24 pelautnya.

Kremlin menuduh ketiga kapal perang itu telah melanggar perairan mereka, dengan pengadilan memerintahkan para pelaut itu ditahan selama dua bulan.

Poroshenko memperingatkan akan adanya ancaman perang skala besar, dan menetapkan darurat militer di 10 titik perbatasan selama 30 hari.

"Ancaman invasi militer Rusia di teritori Ukraina masih ada. Kami harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya," tegas Poroshenko.

Insiden di Kerch merupakan yang paling berbahaya sejak Rusia menduduki Crimea pada 2014, dan dilanjutkan konflik di utara Ukraina antara separatis dengan pasukan pemerintah.

Ukraina dan negara Barat menuduh Rusia terus mengalirkan pasukan dan persenjataannya di kawasan perbatasan dengan Moskwa membantahnya.

Baca juga: Rusia: Pelaut Ukraina yang Ditangkap Harus Menjalani Sidang



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X