Kompas.com - 21/01/2019, 13:59 WIB
Tank Leopard adalan militer Jerman saat dipamerkan dalam latihan di Grafenwoehr, Jerman selatan, pada Mei 2016. AFP / CHRISTOF STACHETank Leopard adalan militer Jerman saat dipamerkan dalam latihan di Grafenwoehr, Jerman selatan, pada Mei 2016.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman terancam dituntut akibat keputusannya menunda pengiriman alat-alat militer ke Arab Saudi.

Salah satu kontraktor pertahanan terbesar di Jerman, Rheinmetall AG, tengah mempertimbangkan mengajukan tuntutan kepada Berlin senilai jutaan euro sebagai kompensasi atas penangguhan pengiriman senjata tersebut.

Diberitakan surat kabar mingguan Jerman, Der Spiegel, Rheinmetall AG telah melayangkan surat keberatan kepada Kementerian Perekonomian.

Raksasa industri pertahanan itu menilai, mereka memenuhi persyaratan untuk dapat meminta restitusi atau ganti rugi karena keputusan pemerintah yang menangguhkan ekspor, meski telah mendapat persetujuan dari dewan, karena alasan politik.

Baca juga: Buntut Kasus Khashoggi, Jerman Berniat Menunda Jual Senjata ke Saudi

Pihak Rheinmetall juga mengkhawatirkan langkah para pemegang saham perusahaan yang dapat mengajukan tuntutan hukum apabila menilai manajemen telah gagal meminta kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan dari penghentian ekspor persenjataan ke Arab Saudi.

Tidak disebutkan besaran kompensasi yang diinginkan oleh perusahaan itu dari pemerintah Jerman.

Sebagaimana diketahui, Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada Oktober 2018 lalu, mengumumkan bahwa negaranya akan menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi sebagai pernyataan sikap Berlin atas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Penangguhan itu berdampak pada kesepakatan penjualan senjata dari Jerman kepada Arab Saudi senilai 416,4 juta euro (sekitar Rp 7,2 triliun). Riyadh juga disebut merupakan konsumen senjata Jerman terbesar kedua setelah Aljazair.

Keputusan penangguhan tersebut, ditekankan pemerintah Jerman, juga berlaku untuk para pemegang lisensi individu, agar sepenuhnya menghentikan pengiriman persenjataan ke Arab Saudi.

Penangguhan pengiriman senjata itu awalnya hanya akan diberlakukan hingga akhir 2018. Namun pada awal Januari lalu, kabinet sepakat memperpanjang larangan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Jerman Desak Uni Eropa Turut Tangguhkan Ekspor Senjata ke Arab Saudi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X