Jerman Desak Uni Eropa Turut Tangguhkan Ekspor Senjata ke Arab Saudi

Kompas.com - 23/10/2018, 14:28 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. AFP / BANDAR AL-JALOUD / SAUDI ROYAL PALACEKanselir Jerman Angela Merkel dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman mendesak kepada Uni Eropa untuk bersama-sama mendukung pembekuan ekspor persenjataan ke Arab Saudi sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Disampaikan Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier, kerja sama antara negara-negara Uni Eropa dibutuhkan, karena hanya dengan persetujuan dari seluruh negara Eropa maka langkah tersebut dapat memberi dampak terhadap pemerintahan Saudi.

"Tidak akan ada konsekuensi yang positif dari langkah penghentian ekspor senjata ke Saudi ini, seperti yang saat ini dilakukan Jerman, jika pada saat yang sama ada negara lain yang mengisi kekosongan itu," kata Altmaier kepada stasiun televisi Jerman, ZDF.

Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya telah mengumumkan bahwa negaranya akan menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi setelah kasus pembunuhan Khashoggi.

Baca juga: Buntut Kasus Khashoggi, Jerman Berniat Menunda Jual Senjata ke Saudi

"Saya sepakat sudah saatnya mengurangi penjualan senjata ke Saudi. Ekspor itu tak dapat dilakukan dalam situasi seperti ini," tutur Merkel.

Menurut data dari Kementerian Ekonomi, tahun ini Jerman menyetujui penjualan senjata ke Riyadh sebesar 416,4 juta euro (sekitar Rp 7,2 triliun).

Nominal tersebut, diulas Deutsche Welle, menempatkan Saudi sebagai konsumen senjata Jerman terbesar kedua setelah Aljazair.

Hubungan diplomatik antara Jerman dengan Arab Saudi sempat merenggang setelah Berlin mengecam tindakan Riyadh yang dianggap sebagai campur tangan dalam urusan di Lebanon.

Keduanya sempat menarik masing-masing duta besarnya selama 10 bulan dan baru kembali menempatkan diplomat mereka pada September lalu.

Kasus pembunuhan Khashoggi telah kembali membuka kesenjangan baru antara Saudi dengan mitra Eropa mereka, termasuk Inggris, Perancis dan Jerman yang mendesak klarifikasi atas penyebab kematian jurnalis itu dalam sebuah pernyataan bersama.

Ketiga negara menuntut Riyadh menyampaikan fakta yang didukung bukti-bukti yang dapat dipercaya. Demikian dilansir The New Arab.

Jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi dilaporkan hilang pada 2 Oktober lalu, setelah terakhir terlihat memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Dua pekan kemudian, pada Sabtu (20/10/2018) otoritas Saudi secara mengejutkan mengumumkan bahwa Khashoggi telah tewas di konsulat di Istanbul karena bertikai dengan sekelompok orang.

Namun pernyataan yang tidak disertai bukti tersebut justru memicu sikap skeptis dari negara-negara yang juga mempertanyakan keberadaan jenazah Khashoggi.

Baca juga: Inggris, Perancis dan Jerman Dukung Penyelidikan Kasus Jurnalis yang Hilang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X