Dituduh Mata-mata dan Ditahan di Polandia, Seorang Karyawan Huawei Dipecat

Kompas.com - 13/01/2019, 13:35 WIB
Warga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai. AFP / JOHANNES EISELEWarga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai.

BEIJING, KOMPAS.com - Perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei, mengumumkan, Sabtu (12/1/2019), telah memecat seorang karyawannya yang ditahan di Polandia atas tuduhan spionase.

Wang Weijing, yang diketahui adalah Direktur Pemasaran Huawei, ditahan otoritas Polandia, Selasa (8/1/2019), bersama dengan seorang warga Polandia yang dituduh sebagai mata-mata.

Penahanan seorang pejabat Huawei itu kembali mengingatkan pada penangkapan terhadap Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, oleh otoritas Kanada pada Desember lalu.

Namun berbeda dengan Meng yang dibela mati-matian oleh pemerintah China, Huawei dilaporkan dengan segera memecat Wang yang bekerja di kantor perwakilan perusahaan itu di Polandia.


Baca juga: Polandia Tahan Pengusaha China yang Diduga sebagai Mata-mata

"Tindakan yang dilakukan tersangka tidak ada hubungannya dengan perusahaan," kata Huawei dalam pernyataannya kepada AFP.

"Sesuai dengan perjanjian dalam kontrak kerja Huawei, kami mengambil keputusan ini karena insiden ini telah membawa citra buruk bagi perusahaan," lanjut pernyataan itu.

"Huawei mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku di negara tempat kami beroperasi, dan kami juga mewajibkan setiap karyawan kami untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di negara tempat mereka tinggal," tulis pernyataan Huawei.

Sementara dari juru bicara layanan khusus Polandia, Stanislaw Zaryn, kedua pria yang ditahan pekan ini berkewarganegaraan Polandia dan China diduga telah bekerja untuk China dan merugikan Polandia.

Zaryn menambahkan, penggeledahan telah dilakukan di apartemen dan tempat kerja kedua tersangka.

"Tersangka warga Polanda telah bekerja untuk sejumlah lembaga negara," tambah Zaryn.

Penangkapan Wang telah mendapat respon dari Kementerian Luar Negeri China maupun Kedutaan Besar China di Polandia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X