Kompas.com - 03/01/2019, 13:13 WIB

KOMPAS.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau yang biasa disebut FBI, telah menjadi salah satu badan intelijen paling dikenal di dunia.

Salah satu sosok yang telah berjasa dalam membesarkan nama biro intelijen tersebut adalah John Edgar Hoover.

Hoover ditunjuk menjadi direktur sebagai direktur badan intelijen AS pada 1924, yang saat itu masih bernama Biro Investigasi. Badan tersebut baru ditambahkan kata "federal" pada 1935.

Selama menjabat sebagai direktur, Hoover dinilai telah mampu membawa badan intelijen yang awalnya merupakan organisasi kecil dan belum memiliki cukup kewenangan menjadi biro investigasi yang dapat diandalkan.

Meski setelah kematiannya, muncul kabar kontroversial tentang Hoover yang dianggap telah memanfaatkan kekuasaan sebagai direktur FBI.

Masa Muda dan Awal Karier

John Edgar Hoover lahir di Washington DC pada 1 Januari 1895. Dia adalah putra pasangan Dickerson Naylor Hoover Sr, yang memiliki garis keturunan Inggris dan Jerman, dengan Anna Marie, yang merupakan keturunan Swiss dan Jerman.

Hampir sepanjang hidupnya dihabiskan di Washington DC, AS. Dia bersekolah di Central High School dan sempat mengikuti program pelatihan korps cadangan.

Baca juga: Bos Mafia Boston Dibunuh karena Menjadi Informan FBI

Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dengan belajar hukum di Universitas George Washington dan lulus dengan gelar sarjana hukum pada 1916, serta gelar master setahun berselang.

Hoover sempat bekerja sebagai pesuruh di Perpustakaan Kongres saat masih berusia 18 tahun. Namun kariernya di pemerintahan bermula saat dia diterima bekerja sebagai peninjau berkas untuk Departemen Keadilan pada 1917.

Dua tahun setelahnya, Hoover dipercaya untuk menjadi asisten khusus Jaksa Agung A Mitchell Palmer.

Selama bertugas sebagai asisten khusus jaksa agung, Hoover mulai mengumpulkan informasi tentang orang-orang yang diduga komunis setelah Perang Dunia I.

Semua informasi tersebut dikumpulkannya menggunakan intelijen pemerintah dan militer, penyelidikan polisi, detektif swasta, informan, dan banyak sumber lainya, termasuk yang diragukan legalitasnya.

Baca juga: FBI Selidiki Pengakuan Pria yang Bunuh 90 Orang dalam 35 Tahun

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.