Pemilu Bangladesh, Keamanan Diperketat dan Jaringan Internet Dimatikan

Kompas.com - 30/12/2018, 12:41 WIB
Poster kandidat terpasang di sepanjang jalan di Bangladesh, menjelang pemilihan yang akan dilangsungkan pada 30 Desember 2018 mendatang. AFP / MUNIR UZ ZAMANPoster kandidat terpasang di sepanjang jalan di Bangladesh, menjelang pemilihan yang akan dilangsungkan pada 30 Desember 2018 mendatang.

DHAKA, KOMPAS.com - Sebanyak 104 juta penduduk Bangladesh menuju ke tempat pemungutan suara pada Minggu (30/12/2018).

Pemilihan umum digelar usai selama berminggu-minggu kekerasan mematikan dan tuduhan penumpasan terhadap ribuan aktivis oposisi menghiasi berjalannya kampanye.

Pemungutan suara dimulai pada pukul 08.00 waktu setempat. Sekitar 600.000 personel keamanan dikerahkan di seluruh negara, termasuk yang tersebar di 40.000 TPS.

Baca juga: Jelang Pemilu, 10.500 Aktivis Oposisi Ditahan Otoritas Bangladesh

Sementara itu, muncul kekerasan baru jelang pemungutan suara saat seorang aktivis partai bekuasa yang diduga dibunuh oleh pendukung oposisi, Partai Nasionalis Bangladesh (BNP).

"Dia diserang dengan batu. Dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," kata kepala polisi di Patia, Mohammad Niamutullah, seperti dikutip AFP.

Sejak jadwal pemilu diumumkan pada 8 November lalu, sudah ada 4 orang tewas terbunuh oleh polisi. Sementara, BNP mengklaim 8 aktivisnya telah meninggal.

Pemilu hari ini menandai pemilihan parlementer ke-11 negara tersebut sejak merdeka pada 1971.

Warga Bangladesh akan memilih pemimpin antara koalisi dipimpin partai Awami League yang kini masih berkuasa atau koalisi pimpinan BNP.

Pemerintah Amerika Serikat menyuarakan keprihatinan atas kredibilitas pemilu di negara tersebut.

Sebanyak 17 kandidat oposisi ditangkap karena dianggap menyebarkan tudingan palsu, sementara 17 kandidat lainnya didiskualifikasi.

"Ini bukan pemilu yang bebas dan adil. Ini lebih kepada pemilu yang dikendalikan," kata diplomat Barat, yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Jelang Pemilu, Bangladesh Tutup Akses ke Kamp Pengungsi Rohingya

Di sisi lain, pihak berwenang telah memerintahkan operator seluler negara tersebut untuk menutup layanan 3G dan 4G hingga tengah malam.

Alasannya, untuk mencegah penyebaran rumor yang dapat memicu keresahan di antara masyarakat.

Pemungutan suara akan ditutup pada pukul 16.00 waktu setempat.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X