Presiden Palestina akan Bubarkan Parlemen, Hamas Meradang

Kompas.com - 23/12/2018, 11:16 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. AFP / STEPHANIE KEITHPresiden Palestina Mahmoud Abbas.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjanjikan bakal segera melaksanakan keputusan pengadilan untuk membubarkan parlemen.

Pernyataan itu langsung mendapat kecaman dari kelompok Hamas, yang menguasai parlemen, dan menjadi perseteruan terbaru dengan Partai Fatah yang dipimpin Abbas.

"Kami beralih ke Mahkamah Konstitusi yang memutuskan untuk membubarkan PLC (Dewan Legislatif Palestina) dan menyerukan untuk pemilihan parlemen baru dalam enam bulan."

"Dan kita harus melaksanakan (keputusan) ini segera," kata Abbasa dalam pertemuan dengan organisasi Pembebasan Palestina di Ramallah, Sabtu (22/12/2018).

Perseteruan antara Partai Fatah dengan Hamas telah dimulai sejak 2007, ketika Hamas membawa pasukannya dan mengambil alih kendali pemerintahan di wilayah Gaza, dan menjalankan kekuasaan terbatasnya di sebagian Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca juga: Palestina Kecam Keputusan Australia soal Status Yerusalem Barat

Semenjak itu, Dewan Legislatif Palestina (PLC), yang didominasi Hamas usai kemenangan telah atas Fatah dalam pemilu, sebagian besar telah dilumpuhkan.

Jika dilaksanakan, pembubaran parlemen akan tetap berlaku simbolis dan hanya makin menegaskan perpecahan politik antara Gaza dan Tepi Barat.

Abbas menuduh Hamas telah berupaya menghalangi upaya pemersatuan Palestina yang ditengahi Mesir. Tuduhan itu telah dibantah keras oleh Hamas.

Mesir telah berulang kali menengahi upaya kesepakatan untuk mengakhiri perpecahan di Palestina, namun tidak ada yang sepenuhnya tercapai. Hamas dan Fatah yang saling menuding atas kegagalan yang terjadi.

Menurut Abbas, pembubaran parlemen akan dapat menekan Hamas agar mau menerima proposal rekonsiliasi nasional.

Yehiha Moussa, anggota parlemen dari Hamas memperingatkan bahwa pembubaran PLC hanya akan membawa pada kehancuran sistem politik di Palestina dan memicu kekacauan di negara itu.

"Pembubaran parlemen adalah cara untuk menuju kekacauan," kata Moussa kepada The Associated Press.

Kelompok Hamas kemungkinan besar akan tetap mengabaikan perintah pengadilan dan bersikeras bahwa PLC akan berakhir secara otomatis ketika parlemen baru telah dibentuk melalui pemilihan umum.

Baca juga: Presiden Palestina Beri Ultimatum Hamas untuk Serahkan Kendali Gaza

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X