Palestina Kecam Keputusan Australia soal Status Yerusalem Barat

Kompas.com - 15/12/2018, 22:15 WIB
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015). SPENCER PLATT/GETTY IMAGES/AFPBendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015).

RAMALLAH, KOMPAS.com - Para petinggi Palestina menilai pengakuan Australia terhadap Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum internasional.

Meski demikian, pemerintah Australia tunda pemindahan kedutaan besar Australia dari Tel Alviv dan berencana untuk mendirikan kantor perdagangan serta pertahanan di Yerusalem Barat.

AFP mewartakan, pejabat senior Palestina Saeb Erekat mengatakan, keputusan Australia untuk membuka kantor perdagangan di kota itu akan melanggar resolusi PBB.

Baca juga: Israel Tahan 40 Warga Palestina Usai Penembakan yang Tewaskan Tentara

"Sejak awal, kami telah merasakan keputusan pemerintah Australia untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," katanya dalam sebuah pernyataan, Sabtu (15/12/2018).

"Australia mengarahkan kebijakan yang tidak bertanggung jawab, bertentangan dengan perdamaian dan keamanan dunia," imbuhnya.

Dia menilai, seluruh Yerusalem tetap menjadi masalah yang status finalnya ditentukan melalui negosiasi.

"Sementara, Yerusalem Timur di bawah hukum internasional merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki," tuturnya.

Australia menjadi salah satu dari sedikit negara yang mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mengakui kota yang diperebutkan itu sebagai ibu kota Israel.

Namun, Perdana Menteri Australia Scott Morrison tetap berkomitmen untuk mengakui masa depan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Morrison pertama kali melontarkan perubahan kebijakan tersebut pada Oktober lalu, dan menuai kecaman dari Indonesia.

Baca juga: Australia Akui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel

Masalah tersebut bahkan menghentikan negosiasi kesepakatan perdagangan bilateral selama bertahun-tahun.

Pada Jumat (14/12/2018), pemerintah Australia bahkan mengeluarkan peringatan kepada warganya yang bepergian ke Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan tersebut berlaku untuk di wilayah Jakarta dan sejumlah destinasi wisata populer, termasuk Bali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.