Kompas.com - 18/12/2018, 21:26 WIB
Penjara Butyrka yang berusia lebih dari dua abad yang dibangun di kota Moskwa, Rusia. RUSSIAN TIMES / SPUTNIK / VLADIMIR PESNYAPenjara Butyrka yang berusia lebih dari dua abad yang dibangun di kota Moskwa, Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia akan segera menutup salah satu penjara tertuanya, Butyrka, yang berada di ibu kota Moskwa.

Penutupan penjara berusia 247 tahun itu setelah kantor wali kota Moskwa setuju untuk membangun fasilitas penahanan baru yang akan menampung para narapidana.

"Awalnya kami berencana membangun fasilitas baru untuk menggantikan Presnya, penjara tua lainnya, yang akan menampung hingga 2.000 narapidana dengan pendanaan kami," kata Valery Maksimenko, wakil direktur Lembaga Pemasyarakatan Federal Rusia (FSIN).

"Namun kantor wali kota mengusulkan opsi lain, yakni dengan menutup Butyrka dan Matrosskaya Tishina, kemudian mendirikan sebuah fasilitas baru untuk tahanan praperadilan dengan luas 80 hektar dan memiliki 5.000 tempat tidur menggunakan dana dari kota," tambahnya kepada surat kabar Moskovsky Komsomolets.

Baca juga: Selain Penjara, Pemburu Rusa di AS Dihukum Tonton Kartun Bambi

Keputusan untuk Matrosskaya Tishina, penjara bersejarah lainnya di Moskwa, hingga kini masih dalam pembahasan.

Fasilitas penjara baru direncanakan dibangun di kawasan pinggiran Moskwa sebagai bagian dari proyek besar yang disebut "New Moscow". Dijadwalkan proses pengerjaan akan dimulai secepatnya pada Januari.

Penjara Butyrka, atau secara resmi disebut Fasilitas Penahanan Praperadilan Nomor 2, memiliki sejarah panjang sebagai barak-barak resimen kaum hussar dan digabungkan dengan penjara.

Penjara tersebut didirikan pada 1771 atas perintah Permaisuri Catherine Yang Agung. Bangunan itu memiliki empat menara yang masih berdiri hingga kini.

Penampakan bangunan penjara Butyrka pada pertengahan 1880.RUSSIAN TIMES / WIKIMEDIA Penampakan bangunan penjara Butyrka pada pertengahan 1880.
FSIN selama bertahun-tahun telah mencari cara untuk menggantikan penjara Butyrka karena dianggap sudah terlalu tua.

Dengan pemerintah Moskwa setuju untuk membiayai proyek pembangunan fasilitas penahanan baru, penjara tua itu nantinya akan diserahkan ke pemerintah kota setelah seluruh narapidana dipindahkan.

"Kami mengharap bangunan-bangunan ini dapat dilestarikan karena memiliki nilai historis dan tidak dirobohkan hanya untuk tanahnya yang mahal," ujar Maksimenko.

Baca juga: Tembak Mati Tersangka Kasus Narkoba, 3 Polisi Filipina Terancam Penjara Puluhan Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.