Arab Saudi Sebut Senat AS Telah Campur Tangan

Kompas.com - 17/12/2018, 09:17 WIB
Pasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018).AFP / NABIL HASSAN Pasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi mengecam resolusi Senat AS yang menyerukan militer Amerika Serikat untuk mengakhiri bantuannya dalam perang di Yaman.

Riyadh menyebut Senat AS telah campur tangan dalam keputusan militer Amerika.

Dalam resolusinya, Senat AS juga menyebut Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

"Kerajaan mengecam posisi Senat AS yang didasarkan pada tuduhan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya."


"Serta menolak campur tangan Senat AS yang dilakukan terhadap urusan internal," kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya yang dirilis kantor berita Saudi, Minggu (16/12/2018).

Baca juga: Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Senat AS, pada Kamis (13/12/2018) lalu, telah menggelar pemungutan suara terkait kebijakan militer AS yang terus mendukung Koalisi Arab Saudi dalam Perang Yaman.

Meski sebagian besar hanya bersifat simbolis, namun hasil voting Senat AS tersebut menjadi peringatan kepada Presiden Donald Trump yang bersikeras mendukung rezim Saudi, meski adanya sorota global atas konflik Yaman dan kasus pembunuhan Khashoggi.

Dalam proses pemungutan suara, resolusi penghentian bantuan militer AS kepada koalisi pimpinan Arab Saudi dalam Perang Yaman disetujui oleh 56 anggota, sementara 41 anggota Senat menolak dan sisanya abstain.

Senat juga meloloskan resolusi yang mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi serta menyebut pangeran mahkota Saudi, sebagai pemimpin de facto Arab Saudi, harus bertanggung jawab.

Pemerintahan Saudi memperingatkan bahwa kerajaan tidak akan menoleransi tindakan tidak hormat kepada pemimpinnya.

"Posisi dari Senat AS telah mengirimkan pesan yang salah kepada semua pihak yang ingin menimbulkan keretakan dalam hubungan antara Saudi dengan AS," kata kementerian Arab Saudi.

Kerajaan Saudi mengharapkan, posisi resolusi Senat AS tidak akan ditarik ke dalam perdebatan politik domestik di AS demi menghindari dampak negatif yang signifikan dalam hubungan strategis yang penting antara kedua negara.

Baca juga: Usai Bertemu CIA, Anggota Senat AS Sebut MBS Gila dan Berbahaya

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X