Kompas.com - 14/12/2018, 18:41 WIB
|

PRISTINA, KOMPAS.com - Para anggota parlemen Kosovo, Jumat (14/12/2018), mengesahkan undang-undang untuk membentuk angkatan bersenjata sendiri.

Langkah ini semakin meningkatkan ketegangan dengan Serbia yang tidak mengakui kedaulatan wilayah yang dulu adalah salah satu provinsinya.

Undang-undang itu menggandakan jumlah personel Pasukan Pertahanan Kosovo (KSF) dan memberikan mandat pertahanan negara kepada  tentara profesional yang berjmlah 5.000 personel itu.

Baca juga: Kosovo Akan Membangun Militernya, Picu Konflik Baru di Balkan?

"Parlemen Kosovo telah spakat untuk mengadopsi undang-undang pembentukan angkatan bersenjata! Selamat!" demikian juru bicara parlemen, Kaderi Veseli.

Namun, masih ada satu undang-undang baru yang harus disepakati yaitu terkait struktur organisasi KSF.

Undang-undang baru ini didukung sebagian besar anggota parlemen sementara para politisi minoritas Serbia memboikot pemungutan suara itu.

Hasil pemungutan suara ini dipastikan bakal menyenangkan warga etnis Albania, yang merupakan mayoritas penduduk Kosovo.

Mereka sudah siap untuk merayakan kelahiran angkatan bersenjata sebagai pilar baru negeri yang menyatakan kemerdekaan pada 2008.

"Kini kami bisa menyatakan kami adalah sebuah negara. Tidak ada sebuah negara tanpa tentara," kata Skender Arifi (37), seorang penata rambut di Pristina.

Kegembiraan juga dirasakan Hamze Mehmeti, seorang pensiunan berusia 67 tahun.

"Kabar ini merupakan kegembiraan besar bagi rakyat Kosovo," ujar Mehmeti.

Sementara itu, Serbia yang masih menganggap Kosovo adalah provinsinya yang memberontak menganggap langkah ini merupakan ancaman bagi stabilitas.

Secara khusus, Belgrade menyuarakan kekhawatiran terhadap nasib 120.000 warga etnis Serbia yang banyak tinggal di wilayah utara Kosovo.

Warga etnis Serbia ini amat loyal kepada Belgrade dan juga menentang pembentukan angkatan bersenjata Kosovo.

"Kami tak ingin ada tentara Kosovo di sini," kata Marko Djusic, warga etnis Serbia yang tinggal di desa Dren.

"Saya harap saat waga Albania melakukan sesuatu terhadap kami maka negara Serbia akan melindungi kami," tambah dia.

Baca juga: Mulai dari Timor Leste hingga Kosovo, Inilah 5 Negara Termuda di Dunia

NATO, yang empat anggotanya tidak mengakui kedaulatan Kosovo, telah memperingatkan pembentukan angkatan bersenjata ini terjadi di masa hubungan Pristina dan Belgrade berada di titik terendah.

Namun, Washington, yang adalah sekutu utama Kosovo, menyuarakan dukungannya. Demikian juga dengan Inggris.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.