Buron 11 Tahun, Tersangka Korupsi di China Akhirnya Menyerahkan Diri - Kompas.com

Buron 11 Tahun, Tersangka Korupsi di China Akhirnya Menyerahkan Diri

Kompas.com - 14/12/2018, 18:36 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang mantan pejabat industri otomotif asal China kembali ke negaranya dari Selandia Baru setelah menjadi buronan selama 11 tahun.

Diwartakan SCMP, Jumat (14/12/2018), Jiang Lei menjadi tersangka korupsi dan kini telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang.

Seperti diketahui, pemerintah China terus melakukan upaya menekan para tersangka korupsi di luar negeri untuk menyerahkan diri.

Baca juga: Misi China Menjelajah Sisi Jauh Bulan Sudah Memasuki Orbitnya


Otoritas meminta keluarga untuk menghubungi tersangka dan mendorong mereka untuk kembali.

Kembalinya Jiang Lei, mantan wakil presiden Asosiasi Pabrikan Mobil China, dimediasi oleh badan anti-korupsi China divisi internasional dan penegak hukum Selandia Baru.

"Jiang Lei telah kembali ke China secara sukarela, menyusul kesepakatan antara dirinya, pengacaranya dan pihak berwenang China," kata seorang juru bicara polisi Selandia Baru.

"Polisi Selandia Baru bukan pihak dalam perjanjian tetapi mengetahui negosiasi itu," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Selandia Baru Andrew Little mengatakan Jiang tidak diekstradisi.

Sebelumnya, Interpol mengeluarkan peringatan internasional untuk menangkap Jiang pada Agustus 2007, setelah jaksa China mengeluarkan surat perintah penangkapannya.

Kasus Jiang menunjukkan tekad China untuk mengadili semua tersangka korupsi di luar negeri.

Baca juga: China Impor Kedelai dari AS untuk Kali Pertama sejak Perang Dagang

Pada 2017, sebanyak 1.300 buronan kembali ke China dari luar negeri, termasuk 347 pejabat yang menghadapi tuduhan korupsi, dan 980 juta yuan atau sekitar Rp 125 triliun dalam aset terlarang telah ditemukan.

Kembalinya para tersangka korupsi dari luar negeri menjadi bagian penting dari kampanye Presiden Xi Jinping untuk memberantas korupsi.

Namun, upaya tersebut menuari keraguan dari negara-negara barat karena khawatir hak-hak tersangka dan proses hukum ketika mereka kembali ke China.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X