Hiperinflasi, Warga Venezuela Tak Bisa Kuburkan Kerabat secara Layak

Kompas.com - 07/12/2018, 17:58 WIB
Teman dan kerabat Ender Bracho ketika membawa jenazahnya untuk dimakamkan di belakang rumahnya di Maracaibo, Venezuela, pada 27 September 2018. AFP/GERARD TORRESTeman dan kerabat Ender Bracho ketika membawa jenazahnya untuk dimakamkan di belakang rumahnya di Maracaibo, Venezuela, pada 27 September 2018.

CARACAS, KOMPAS.com - Krisis sosioekonomi yang terjadi di Venezuela berdampak bagi warga yang hendak memakamkan kerabatnya.

Hiperinflasi yang pada November lalu mencapai 150.000 persen tidak saja membuat warga kesulitan membeli peti mati maupun membangun makam.

Baca juga: Kepada IMF, Venezuela Laporkan Inflasi 860 Persen Pada 2017

Sebagaimana diwartakan Reuters via Newsweek Kamis (6/12/2018, warga sempat beralih dengan memanfaatkan jasa kremasi.

Namun, tingginya permintaan kremasi membuat penyedia layanan kesulitan mendapatkan gas propana, dan membuat harganya naik 108 persen pada pekan ini.

Karena itu, warga yang tak bisa menguburkan kerabatnya secara layak memilih membaringkan jenazah di sebuah kuburan tak bertanda di ujung pemakaman.

Seperti yang dilakukan oleh warga asal Negara Bagian Zulia bernama Angelica. Perempuan 27 tahun tersebut baru saja kehilangan ayahnya.

Vera yang bekerja sebagai petugas kasir tak punya uang untuk membangun makam bagi ayahnya yang meninggal. "Apa yang kami alami benar-benar rendah," keluhnya.

Ketika mendiang Presiden Hugo Chavez berkuasa, harga minyak dunia yang tinggi membuat Venezuela bergelimang dollar AS, dan membuatnya untuk menjalankan program bagi warga miskin.

Namun setelah Chavez meninggal dan posisinya digantikan sang wakil Nicolas Maduro pada 2013, harga minyak mulai terjun.

Mismanajemen produksi minyak, depresiasi mata uang Bolivar, kekurangan obat dan makanan, serta kekerasan membuat tiga juta rakyat Venezuela mengungsi sejak 2015.

Di tengah upaya membangun kembali ekonominya, pekan ini Maduro mengunjungi Rusia dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

Putin sepakat untuk menanamkan investasi pada produksi minyak dan gas sebesar 6 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 86,9 triliun.

Baca juga: Maduro: Rusia Investasi Rp 87 Triliun pada Minyak dan Emas Venezuela

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X